KABARINDO, JAKARTA — Indonesian Basketball League (IBL) kembali menyalakan denyut kompetisi bola basket nasional. Melalui Press Conference Opening Season, IBL GoPay 2026 resmi dimulai dengan semangat baru untuk menghadirkan liga yang semakin kompetitif, berintegritas, dan bermakna bagi perkembangan basket Indonesia.
Musim ini langsung dibuka dengan laga bergengsi. Dua finalis musim lalu, Dewa United Banten dan Pelita Jaya Basketball, dipastikan saling berhadapan pada pertandingan pembuka. Duel ini menjadi simbol kuat rivalitas sehat sekaligus penegasan standar tinggi yang ingin dihadirkan IBL sejak lemparan bola pertama.
IBL GoPay 2026 diproyeksikan menghadirkan persaingan yang semakin ketat. Kesiapan klub yang lebih matang, kualitas pemain yang merata, serta peningkatan intensitas permainan diyakini akan menjadikan setiap pertandingan berlangsung cepat, keras, dan penuh determinasi hingga akhir musim.
Lebih dari sekadar tontonan, IBL juga menegaskan perannya sebagai fondasi pembinaan basket nasional. Kepala Badan Legal, Etik, dan Disiplin DPP Perbasi, Fritz Edward Siregar, menekankan bahwa keberadaan IBL memiliki makna strategis bagi masa depan olahraga bola basket Indonesia.
“Kita bukan hanya menciptakan ekosistem basket, bukan hanya membangun proses pembinaan dan kompetisi. Kita juga sedang membangun kebanggaan, bahwa Indonesia mampu menghadirkan liga yang sehat, fair play, dan melindungi para atlet, sekaligus melahirkan pemain-pemain nasional,” ujar Fritz saat memberikan sambutan Press Conference IBL Gopay 2026 di FX Sudirman, Selasa (6/1/2026).

Menurutnya, IBL bukan sekadar agenda tahunan, melainkan proses panjang dalam menyiapkan generasi terbaik basket Tanah Air.
“IBL adalah ruang untuk memilih the best of the best dari pemain lokal. Suatu hari, ketika mereka mengenakan seragam merah putih, mereka adalah hasil dari proses yang ditempa di IBL. Di situlah peran penting liga ini,” lanjutnya.
Fritz juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi, mulai dari pengelola liga, pemilik klub, pelatih, pemain, hingga sponsor.
“Kami dari DPP Perbasi mengucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh insan IBL. Tentu kami punya harapan besar agar kompetisi ini terus dijalankan secara sehat dan berintegritas,” tegasnya.
Pada musim 2026, Perbasi dan IBL turut memperkuat komitmen menjaga integritas kompetisi dengan menjalin kerja sama bersama Badan Narkotika Nasional (BNN). Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan dan pembelajaran dari pengalaman musim sebelumnya.
“Kami tidak ingin kejadian di tahun 2025 terulang. Karena itu, kami mengingatkan para pelatih, ofisial, dan semua pihak untuk memperhatikan penggunaan obat-obatan, khususnya psikotropika, dalam proses pertandingan,” kata Fritz.
Ia menegaskan bahwa berbagai mekanisme pengawasan akan dijalankan sebagai bagian dari komitmen bersama menghadirkan liga yang bersih dan profesional.
“Tujuan kita jelas, bukan hanya menghadirkan pertandingan yang menarik, tetapi membangun generasi muda basket Indonesia melalui kompetisi yang sehat dan berintegritas,” tutupnya. Foto: Orie.Buchori/Kabarindo.com





