Crown Group Tunjuk Direktur Baru di Indonesia; Tingkatkan Penetrasi Pasar

Crown Group Tunjuk Direktur Baru di Indonesia; Tingkatkan Penetrasi Pasar

Crown Group Tunjuk Direktur Baru di Indonesia; Tingkatkan Penetrasi Pasar

Targetkan penjualan Rp.200 miliar

Surabaya, Kabarindo- CEO dan Komisaris Crown Group Holdings, Iwan Sunito, mengumumkan penunjukan Tyas Sudaryomo sebagai Direktur Penjualan dan Pemasaran Crown Group Indonesia.

Menurut Iwan, itu adalah keputusan strategis dalam meningkatkan kemampuan perusahaan melakukan penetrasi pasar Indonesia. Selain menjadi direktur penjualan dan pemasaran yang baru, Tyas juga akan mengepalai seluruh kegiatan operasional kantor Indonesia.

“Saya mengenal Tyas lebih dari satu dekade dan saya yakin akan kemampuannya dalam mengemban tugas baru ini. Wawasan pasar properti Sydney yang dimilikinya cukup mendalam. Kemampuannnya dalam menjembatani hubungan antara kantor pusat kami di Sydney dengan kantor Indonesia luar biasa,” ujar Iwan.

Tyas, sapaan akrab Fauzia Emeraldityas Sudaryomo, lahir di London adalah putri pertama dari Sudaryomo Hartosudarmo, mantan dubes Indonesia untuk Brazil. Ia menghabiskan masa kecilnya di Jerman dan Vietnam serta mampu berbahasa Inggris, Jerman dan Prancis. Ia alumnus University of Sydney.

Tyas mengapresiasi penunjukan tersebut dan siap melaksanakan tanggung jawab yang diembannya. Ia mengatakan, hal ini merupakan tantangan mengingat kondisi perekonomian global yang sedikit tertekan belakangan ini. Namun ia yakin akan kemampuan pihaknya dalam meningkatkan volume penjualan di Indonesia.

Tyas menyebutkan, Crown Group menargetkan penjualan di Indonesia sebesar Rp.200 miliar untuk tahun pembukuan Juli 2019 – Juni 2020. Ia yakin target ini akan tercapai, karena investor dari Indonesia merupakan yang terbesar kedua setelah Cina. Pembeli properti milik Crown Group dari Indonesia didominasi pembeli dari Jakarta, Surabaya, Bandung dan Medan.

Tyas menambahkan, pencapaian target tersebut juga bisa didukung oleh minat para orang tua untuk membeli properti bagi anak mereka yang hendak kuliah di Sydney. Untuk itu, Tyas dan tim-nya akan memberikan edukasi kepada calon investor, terutama yang bertipe first time buyer.

Ia mengatakan, orang Indonesia gemar berinvestasi properti. Sebelum memutuskan untuk membeli, mereka membanding-bandingkan antara proyek yang satu dengan yang lain. Pihaknya harus menjelaskan tentang proyek Crown Group yang menggunakan arsitek terkenal dunia, lokasinya yang strategis dan dibangun di atas tanah privat, sehingga dapat membangun dengan fasilitas mewah. Karena itu, harganya lebih mahal.

“Kami bisa memahami hal itu, karena investor tentu menginginkan imbal balik yang menguntungkan dalam jangka panjang,” paparnya pada Rabu (11/03/2020).

Penulis: Natalia Trijaji