KABARINDO, JAKARTA — Cinta Quran Foundation menggelar Rapat Umum Pemegang Wakaf (RUPW) 2026 sebagai forum tahunan untuk melaporkan perkembangan program wakaf sekaligus memperkuat komitmen pengelolaan wakaf yang amanah, transparan, dan berdampak luas bagi masyarakat.
Dalam forum tersebut, lembaga ini tidak hanya memaparkan berbagai capaian program wakaf yang telah berjalan, tetapi juga bersama Masjid Nusantara secara resmi meluncurkan Program Pembangunan 99 Masjid Asmaul Husna. Program ini menjadi inisiatif besar untuk menghadirkan jaringan masjid di berbagai wilayah Indonesia dengan mengangkat nama-nama Allah (Asmaul Husna) sebagai identitas setiap masjid.
Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi antara Cinta Quran Foundation dan Masjid Nusantara. Keduanya memiliki visi menjadikan masjid tidak sekadar sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan Al-Qur’an, serta penguatan komunitas Muslim di berbagai daerah.
Melalui gerakan ini, direncanakan pembangunan 99 masjid yang masing-masing mengusung satu nama dari Asmaul Husna. Dengan demikian, setiap masjid diharapkan tidak hanya hadir sebagai bangunan fisik, tetapi juga membawa nilai spiritual dan pesan ketuhanan yang terkandung dalam nama-nama Allah yang diusung.

Peluncuran program tersebut ditandai dengan seremoni peresmian dalam rangkaian RUPW 2026. Momentum ini menjadi simbol dimulainya gerakan wakaf peradaban yang diharapkan dapat melibatkan lebih banyak masyarakat dalam pembangunan masjid di berbagai wilayah Indonesia.
Founder Cinta Quran Foundation, Ustadz Fatih Karim, menegaskan bahwa masjid memiliki peran sentral dalam membangun peradaban Islam. Sepanjang sejarah, kata dia, masjid selalu menjadi pusat kehidupan umat.
“Masjid bukan hanya tempat shalat, tetapi juga pusat pendidikan, dakwah, pembinaan generasi, hingga aktivitas sosial masyarakat. Melalui Program 99 Masjid Asmaul Husna, kami ingin menghadirkan masjid yang tidak hanya berdiri secara fisik, tetapi juga menjadi pusat kehidupan umat yang memancarkan nilai-nilai Asmaul Husna dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, CEO Masjid Nusantara Pras Purworo mengaku sajgat senang bisa berkolaborasi dengan Cinta Quran Foundation untuk membangun 99 Masjid Asmaul Husna di berbagai pelosok Nusantara.
"Yayasan kami konsern di pembangunan infrastruktur ibadah di pelosok, wilayah terpencil 3T, dan mengusung konsep smart masjid ramah lingkungan (green energy) serta pemberdayaan ekonomi," paparnya.
Selain peluncuran program tersebut, Cinta Quran Foundation juga memaparkan berbagai capaian program wakaf yang telah berjalan, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional.
Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah Pesantren Tahfidz Tunanetra Putri Sam’an Cinta Quran, pesantren tahfidz tunanetra putri pertama di Indonesia. Saat ini, pembangunan tahap pertama telah selesai dan dilanjutkan dengan tahap kedua berupa pembangunan asrama serta fasilitas pendukung yang ramah aksesibilitas bagi para santri.
Perkembangan juga terlihat pada Sekolah Generasi Quran (SGQ) yang telah menyelesaikan pembangunan ruang kelas tahap pertama dan kedua. Saat ini, pembangunan kelas tahap ketiga tengah berlangsung guna memperluas kapasitas pendidikan bagi anak-anak dari keluarga dhuafa.
Di sisi lain, Cinta Quran Center sebagai kampus pembinaan calon dai Al-Qur’an juga terus dikembangkan. Salah satunya melalui pembangunan unit wakaf produktif yang hasilnya akan digunakan untuk menopang operasional pendidikan para santri.
Dalam bidang kemanusiaan, Cinta Quran Foundation juga mengembangkan Rumah Singgah Al Fatih (RSAF) di Bandung dan Yogyakarta. Fasilitas ini menyediakan tempat tinggal bagi pasien dan keluarga dari luar kota yang sedang menjalani pengobatan. Saat ini tengah dikembangkan pula wakaf produktif berupa apotek untuk mendukung keberlanjutan operasional rumah singgah tersebut.
Pada level internasional, lembaga ini juga melaporkan perkembangan sejumlah proyek masjid di luar negeri. Di antaranya Masjid Baitul Makmur Melbourne di Australia serta Masjid Indonesia di Edmonton, Kanada, yang dirancang sebagai pusat ibadah sekaligus pusat dakwah bagi komunitas Muslim di negara tersebut.
Sementara itu, salah satu pencapaian penting yang diumumkan dalam forum tersebut adalah selesainya pembangunan Masjid Ash-Sholihin Yokohama di Jepang. Masjid ini diharapkan menjadi pusat kegiatan ibadah, pembelajaran Al-Qur’an, serta pembinaan muallaf bagi komunitas Muslim di wilayah Yokohama dan sekitarnya.
Melalui RUPW 2026, Cinta Quran Foundation berharap semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam gerakan wakaf sebagai ikhtiar bersama membangun pendidikan, dakwah, dan peradaban Islam yang memberi manfaat lintas generasi.





