Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Berita Utama > BRImo dan BRIAPI, Wujud Inovasi BRI Tiada Henti

BRImo dan BRIAPI, Wujud Inovasi BRI Tiada Henti

Berita Utama | 8 menit yang lalu
Editor : Anton CH

BAGIKAN :
BRImo dan BRIAPI, Wujud Inovasi BRI Tiada Henti

TOKO RITEL : Pembeli hendak melakukan pembayaran pembelanjaan di toko ritel menggunakan BRImo. (FOTO : KABARINDO.COM/ANTON C).

____

JAKARTA - Percepatan transformasi digital menjadi kunci untuk beradaptasi terhadap kebutuhan zaman. Survey dari Deloitte melaporkan bahwa 67% perusahaan yang melakukan transformasi digital adalah perusahaan yang lebih unggul dibanding pesaing yang tidak melakukan digitalisasi, khususnya ketika pandemi Covid-19 melanda.

Data Bank Indonesia (BI) menyebutkan, transaksi digital perbankan hingga September 2025 menunjukkan pertumbuhan pesat yang didorong oleh lonjakan penggunaan mobile banking dan super app. Volume transaksi mobile banking tercatat tumbuh 28,62% dengan 5,91 miliar transaksi. Nilainya pun fantastis menembus Rp17.613 triliun atau bertumbuh 19,45 year on year. Transaksi pembayaran QRIS melonjak signifikan mencapai 145,07% yer on year menjadi bukti bahwa saat ini masyarakat Indonesia mengarah ke cashless society.

Sebagai bank terdepan, BRI juga terus mendorong transformasi digital. Sejak mencanangkan visi menjadi The Most Valuable Banking Group in South East Asia & Champion of Financial Inclusion di 2025, BRI terus memperkuat aspek digitalisasi di tubuh perusahaan.

Hasilnya, nasabah BRI kini bertransformasi ke arah digital dengan pesat. Hingga kuartal III 2025, komposisi transaksi melalui kanal digital mencapai 99,4 persen dari total transaksi. Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan BRI dalam mendorong migrasi nasabah dari transaksi berbasis outlet ke kanal digital yang lebih efisien, cepat, dan aman.

Digitalisasi yang dilakukan BRI dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat. Saat ini, masyarakat mendapatkan layanan seamless dari BRI melalui aplikasi BRImo. “Saya bisa bertransaksi apapun, kapan pun, dan dari manapun hanya melalui smartphone,”sebut Rita Sumarni, warga RW07 Kelurahan Kebayoran Lama,Jakarta Selatan saat ditemui Kabarindo.com di salah satu gerai ritel Jumat (28/11/2025), kemarin.

Wanita yang sudah seperempat abad menjadi nasabah BRI itu, merasakan perubahan drastis dari bank terbesar di Tanah Air tersebut melalui digitalisasi. “Dulu transfer harus ke kantor unit atau cabang. Sekarang tinggal dari handphone saja sembari memasak,”katanya. Meski usianya lebih dari setengah abad, dan hanya ibu rumah tangga, namun Rita mengaku mengakses keuangan digital melalui BRImo sangat mudah. “Istilahnya user friendly. Gampang dipelajari, mudah dioperasikan aplikasinya,”cetusnya.

Tak hanya untuk transaksi perbankan, aplikasi BRImo yang tertanam di ponsel Rita juga digunakan untuk membayar bergam kebutuhan. “Beli token listrik, beli pulsa, beli sembako. sampai bayar tagihan BPJS. Pokoknya semua dari BRImo,”tutupnya.

Inovasi digital yang dilakukan BRI tak hanya dinikmati nasabah individu, tetapi juga pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Suheti (47) salah satunya. Pedagang aneka minuman jus di kawasan Bendungan Hilir atau yang dikenal dengan Benhill itu kini menerapkan pembayaran cashless. “Lebih mudah dan tidak ribet dengan uang kembalian,”ujarnya saat ditemui Kabarindo.com Jumat (28/11/2025).

Suheti sudah 15 tahun berjualan jus di kawasan Benhill. Wanita asal Mandirancan, Kuningan Jawa Barat itu dalam sehari bisa menjual ratusan gelas jus buah dengan transaksi jutaan. “Dibayar dengan QRIS, dana langsung masuk ke rekening BRI saya,”paparnya. Dia pun memiliki aplikasi BRImo, selain digunakan untuk menarik dana, juga melakukan transaksi pembayaran. “Beli buah di pasar sekarang bayar pakai QRIS,”ungkapnya.

Tak hanya Suheti, puluhan pedagang kaki lima di kawasan Benhill, kini juga menggunakan sistem pembayaran digital. “Sudah lima tahun pak kami menggunakan QRIS dari BRI,”ucap pemilik kedai Soto H. Abdullah. Bagi para pelaku usaha kecil bidang kuliner itu, ekosistem digital yang dikembangkan BRI sangat memudahkan mereka dalam mengakses beragam transaksi keuangan.

Managing Partner Inventure Yuswohady memuji kejelian BRI dalam menggaet pasar baru. Saat industri perbankan berfokus pada segmen korporat, BRI, kata Yuswohady, justru berfokus kepada masyarakat kecil yang populsainya sangat besar. “Kejelian BRI itu tak bisa ditandingi perbankan lain,”pujinya.

BRI mencatat bahwa jumlah pengguna aplikasi Super Apps BRImo telah tembus44,4 juta user hingga akhir September 2025. Angka ini meningkat 19,4% dibandingkan tahun sebelumnya.

Bersamaan dengan itu,nilai transaksi harian BRImo menembus Rp25 triliun per hari. Hal ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital BRI sangat aman, cepat dan mudah.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi dalam keterangan resmi mengatakan, BRI terus memperkuat infrastruktur dan mesin transaksi melalui aplikasi digital (BRImo dan Qlola), merchant, EDC, QRIS, hingga Agen BRILink.

"Ini adalah mesin yang dimiliki BRI yang luar biasa besar jumlahnya dibandingkan dengan kompetitor dan ini mulai kita hangatkan mesinnya,"tegasnya. Dia merinci, volume transaksi BRImo yang sebelumnya sekitar Rp14 triliun per hari pada Maret 2025. Nilai tersebut meningkat menjadi Rp25 triliun per hari pada September 2025.

"Hal ini merupakan dampak peningkatan utilisasi infrastruktur transaksi BRI yang sejalan dengan kenaikan volume transaksi, sehingga berdampak pada peningkatan dana pihak ketiga di BRI," terang dia.

Kinerja BRImo yang tumbuh signifikan tersebut berdampak positif terhadap pertumbuhan dana pihak ketiga BRI yang secara konsolidasi tercatat tumbuh 8,2% yoy menjadi Rp1.474,8 triliun. Secara kualitas, komposisi dana juga menunjukkan perbaikan signifikan dengan porsi CASA meningkat menjadi 67,6% dari total DPK. Pertumbuhan CASA mencapai 14,1% YoY, didorong oleh kenaikan dana giro yang tumbuh sebesar 24,5% YoY dan tabungan tumbuh 7,2% YoY.

Komposisi CASA yang meningkat berkontribusi langsung pada penurunan biaya dana pihak ketiga. Dengan demikian, transformasi digital BRI tidak hanya memperluas akses layanan dan kenyamanan nasabah, namun juga memperkuat profitabilitas perseroan serta menjadi fondasi bagi pertumbuhan BRI secara berkelanjutan.

Hery Gunardi menambahkan, kinerja BRI tidak hanya tumbuh secara sehat, tetapi juga merefleksikan keberpihakan nyata terhadap sektor produktif dan ekonomi rakyat. Untuk itu, BRI akan terus memperkuat fundamental bisnis dengan menjaga kualitas aset, meningkatkan efisiensi pendanaan, serta memperdalam transformasi yang dijalankan secara terstruktur dan terintegrasi melalui BRIVolution Reignite.

Memperluas Segmen Pendanaan

Direktur Finance & Strategy BRI Viviana Dyah Ayu mengatakan, transformasi struktur pendanaan yang dijalankan melalui penguatan ekosistem digital seperti BRImo, Qlola by BRI, QRIS, dan perluasan transaksi merchant, telah menunjukkan hasil positif.

Inisiatif ini mendorong peningkatan volume transaksi sekaligus memperkuat pertumbuhan dana murah (CASA),” kata Vivi dalam konferensi pers kinerja keuangan BRI Triwulan III 2025, beberapa waktu lalu.

BRImo dan BRIAPI, Wujud Inovasi BRI Tiada Henti Suheti salah satu pelaku UMKM bidang kuliner di kawasan Benhill. (FOTO : KABARINDO.COM/ANTON C).

Salah satu inisiatif transformasi digital yang dilakukan adalah mendorong ekosistem open banking di Indonesia. BRI memiliki BRIAPI yang menjadi akselerator integrasi produk BRI kepada lebih dari 700 ekosistem digital perusahaan mitranya, mulai dari e-commerce, fintech, ride hailing, API enabler, health tech, hingga perusahaan non digital seperti institusi pendidikan dan lembaga pemerintahan—semuanya telah menjadi bagian dari transformasi digital BRI.

BRIAPI adalah sebuah antarmuka pemrograman aplikasi atau Application Programming Interface (API) yang dikembangkan oleh BRI yang memungkinkan integrasi antara aplikasi pihak ketiga dengan layanan BRI. BRIAPI diciptakan untuk melancarkan dan mempermudah berbagai kebutuhan transaksi perbankan yang dibutuhkan perusahaan serta institusi di era digital ini.

Terbaru, BRIAPI menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan fintech inovatif, Payara, untuk mengintegrasikan layanan perbankan BRI ke dalam platform digital Payara. Kerjasama ini memungkinkan Payara untuk mengakses berbagai fitur perbankan melalui Application Programming Interface (API) BRI, yang akan memperkaya dan mempermudah pengalaman pengguna Payara dalam bertransaksi.

Pemimpin Cabang BRI KC Otista R.M Yogiprayogi menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Payara merupakan bagian dari strategi BRI untuk menjadi Digital Enabler utama di Indonesia.

Integrasi melalui BRIAPI ini adalah langkah konkret BRI untuk mendukung pertumbuhan fintech local seperti Payara. Dengan memanfaatkan API kami, Payara dapat menawarkan layanan keuangan yang lebih cepat, aman, dan efisien kepada penggunanya. BRI ingin memastikan bahwa kekuatan infrastruktur perbankan kami dapat diakses dan menjadi katalisator inovasi di sektor keuangan digital,” ujar Yogi

Kolaborasi antara BRIAPI dan Payara ini diharapkan dapat mempercepat inklusi keuangan di Indonesia dan mendorong adopsi layanan digital yang aman dan terpercaya.

Sejak diluncurkan pada tahun 2018, BRIAPI telah menyediakan ratusan produk Application Programming Interface (API) yang mencakup fitur informasional, seperti informasi mutasi dan rekening, hingga layanan transaksional seperti transfer, BRIVA, Co-branding Credit Card, Tarik Tunai Tanpa Kartu, dan QRIS.

Pengembangan BRIAPI bertujuan untuk mempercepat digitalisasi ekosistem perbankan di Indonesia, mempermudah pemilik platform digital dalam menyediakan layanan pembayaran dan informasi dari BRI.

Melalui pengembangan BRIAPI dan berbagai inisiatif digital lainnya, BRI berkomitmen mempercepat digitalisasi layanan perbankan demi memudahkan akses keuangan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dengan inovasi digital yang berkelanjutan, BRI optimis dapat menciptakan ekosistem perbankan yang lebih inklusif, memberdayakan komunitas, dan mendorong transformasi ekonomi digital secara menyeluruh.

BRIAPI pernah mendapatkan penghargaan Best API Initiative dalam ajang Global Retail Banking Innovation Awards 2024 yang diadakan oleh The Digital Banker di Singapore pada 24 Oktober 2024.

Penghargaan Best API Initiative dalam ajang Global Retail Banking Innovation Awards 2024 juga mengangkat kontribusi BRIAPI dalam pemberdayaan dan digitalisasi ekosistem, khususnya ekosistem pendidikan melalui program Gerakan 1000 Sekolah.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kemampuan BRIAPI dalam mempermudah integrasi bagi mitra, didukung oleh berbagai fitur seperti BRIAPI Developers Studio—sandbox environment yang memudahkan proses pengembangan, BRIAPI SPOT untuk pemantauan aplikasi, dan chatbot AI BRI, Sabrina, yang meningkatkan responsivitas operasional.

Dukung UMKM

BRIAPI juga mendukung transformasi bisnis UMKM. Melalui berbagai fitur API yang saling terhubung, UMKM dapat mengelola transaksi keuangan secara lebih efisien, aman, dan otomatis, sesuai dengan kebutuhan bisnis di era digital.

Salah satu layanan utama dari BRIAPI adalah payment gateway yang memungkinkan UMKM menerima pembayaran dari berbagai kanal seperti Virtual Account, kartu kredit, dan e-wallet. Dengan integrasi ini, pelaku usaha dapat memperluas jangkauan pasar mereka ke ranah digital dan melayani pelanggan secara lebih fleksibel, tanpa bergantung pada toko fisik.

Di samping itu, BRIAPI juga menyediakan API untuk manajemen akun yang memungkinkan pelaku UMKM melakukan pengecekan saldo, melihat mutasi rekening, hingga melakukan transfer dana secara otomatis. Otomatisasi ini membantu mengurangi pekerjaan manual dalam pencatatan keuangan dan mempercepat proses rekonsiliasi transaksi, sehingga pemilik bisnis dapat lebih fokus pada pengembangan usaha.

Akses pembiayaan juga menjadi bagian penting dari ekosistem BRIAPI. Melalui API pinjaman, UMKM dapat terhubung langsung dengan layanan kredit dan produk pembiayaan dari BRI secara digital. Proses pengajuan yang lebih ringkas dan cepat ini membantu pelaku usaha mendapatkan modal kerja dengan lebih mudah, yang pada akhirnya mendorong ekspansi dan peningkatan kapasitas produksi.

Selain itu, BRIAPI menawarkan API pelaporan dan data analitik yang memberikan gambaran menyeluruh mengenai performa keuangan bisnis. Wawasan ini memungkinkan UMKM untuk mengambil keputusan yang lebih tepat berbasis data, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat ketahanan finansial mereka.

Dengan pendekatan yang menyeluruh ini, BRIAPI tidak hanya menjadi alat bantu teknologi, tetapi juga mitra strategis dalam perjalanan digitalisasi UMKM Indonesia.

BRImo dan BRIAPI, Wujud Inovasi BRI Tiada Henti Deretan kedai makanan UMKM kuliner di kawasan Benhill juga tersentuh inovasi digital BRI. (FOTO : KABARINDO.COM/ANTON C).

Keberadaan BRIAPI bagi UMKM Indonesia jauh melampaui sekadar menyediakan alat teknologi. Ini mendorong lingkungan yang lebih inklusif secara digital dan ekonomi yang lebih dinamis. Dengan menyederhanakan proses keuangan, menyederhanakan pembayaran, dan meningkatkan akses ke modal, BRIAPI memberdayakan UMKM untuk bersaing lebih efektif di pasar modern. Ini tidak hanya menguntungkan bisnis individu tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan dan penciptaan lapangan kerja di dalam negeri.

Ke depan, BRIAPI siap memainkan peran yang lebih besar dalam pengembangan sektor UMKM Indonesia. Seiring dengan terus berkembangnya teknologi, BRIAPI kemungkinan akan memperluas penawarannya untuk menyertakan layanan dan fungsionalitas baru, yang selanjutnya memenuhi kebutuhan bisnis kecil yang terus berkembang. Ini mungkin termasuk menggabungkan teknologi blockchain untuk transaksi yang aman, memanfaatkan AI untuk rekomendasi keuangan yang dipersonalisasi, atau berintegrasi dengan platform digital lain untuk menciptakan ekosistem yang mulus untuk UMKM. Komitmen berkelanjutan untuk inovasi dan kolaborasi akan memastikan bahwa BRIAPI tetap menjadi alat penting untuk memberdayakan UMKM Indonesia di tahun-tahun mendatang.

Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai, inovasi yang dilakukan BRI sejalan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. “Hampir semua aktivitas ada opsi pembayaran secara digital,”tegasnya.

Dia mengungkapkan, meskipun kompetisi menghadirkan inovasi digital sangat ketat di industri perbankan nasional, namun Nailul meyakini, inovasi yang dihadirkan BRI masih bisa tumbuh secara signifikan dan menopang pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Terlebih untuk usaha-usaha mikro yang sekarang juga sebagian dari mereka adaptif dengan teknologi. Kehadiran pembayaran digital melalui bank digital ataupun lainnya membuat proses inklusi keuangan menjadi lebih cepat,”sebutnya. Bahkan, bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), transaksi melalui QRIS sangat potensial digunakan untuk penilaian kredit. Terutama bagi pelaku usaha dan juga masyarakat di pedesaan. “Adanya teknologi pembayaran digital akan mempercepat proses inklusi di perdesaan, asalkan ada sinyal internet,”tutupnya.


RELATED POST


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER