Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Ekonomi & Bisnis > BI Jatim Dukung Pengembangan Ekonomi Pesantren Melalui Pesantren Digipreneur

BI Jatim Dukung Pengembangan Ekonomi Pesantren Melalui Pesantren Digipreneur

Ekonomi & Bisnis
Oleh : Natalia Trijaji

BAGIKAN :
BI Jatim Dukung Pengembangan Ekonomi Pesantren Melalui Pesantren Digipreneur

BI Jatim Dukung Pengembangan Ekonomi Pesantren Melalui Pesantren Digipreneur

Surabaya, Kabarindo- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur telah menyelenggarakan Capacity Building Pesantren Digipreneur dengan tema Optimizing the Use of Digital Technology for the Development of Pesantren pada Selasa (24/5/2022).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan G20 Side Events: East Java Digital Transformation Week 2022 yang berlangsung selama 23-27 Mei 2022 di JW Marriot Surabaya dan Gedung De Djavasche Bank Surabaya.

Kegiatan dilaksanakan dalam rangka mendukung Presidensi G20 Indonesia 2022, khususnya agenda prioritas terkait optimalisasi inklusi keuangan digital. Kegiatan ini berlangsung secara hybrid dan diikuti ratusan santri se-Jatim.

Sebelum pelaksanaan capacity building, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Budi Hanoto, dan Ketua OPOP Jawa Timur yang juga Pj. Sekda Provinsi Jatim, Wahid Wahyudi, melaksanakan kick off sinergi 6 program strategis tahun 2022 untuk mengakselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Jatim.

Pertama, perluasan sertifikasi halal bagi 100 produk pesantren. Kedua, pelatihan dan sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha) yang melibatkan 20 rumah potong hewan. Ketiga, kurasi 500 produk pesantren melalui program Rumah Kurasi. Keempat, pelatihan koperasi syariah di 50 pesantren. Kelima, sertifikasi 50 pengurus koperasi pesantren sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Keenam, pelaksanaan bootcamp pengolahan pakan ternak dan pelatihan coding bagi pesantren.

Budi mengatakan, sesuai semangat visi G20, Recover Together, Recover Stronger, pemerintah Indonesia berhasil menunjukkan konsistensinya dalam melakukan inisiasi program kemajuan industri halal. Peran ekonomi syariah dalam pemulihan ekonomi Jatim terus dipacu melalui 4 kunci strategi untuk mendukung Optimis Jatim Bangkit tahun 2022, salah satunya adalah inklusivitas ekonomi syariah.

Untuk memperkuat pengembangan ekosistem eksyar di Jatim, BI Jatim melakukan sinergi dengan berbagai pihak seperti pemerintah provinsi/daerah, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), pondok pesantren, Koperasi Serikat Bersama Pesantren (KSBP), One Pesantren One Product (OPOP), MUI, universitas dan lembaga lainnya.

Wahid mengapresiasi BI yang terus menaruh perhatian kepada pengembangan ekonomi syariah, terutama melalui sinergi dengan OPOP Jatim. Ia mengatakan, sinergi program BI dan OPOP Jatim menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan inklusivitas ekonomi syariah.

Setelah menyelesaikan rangkaian kick off sinergi program, kegiatan dilanjutkan dengan capacity building pesantren digipreneur kepada 100 santri secara luring dan 200 partisipan daring. BI mengundang Ibnu Utama Arif, Digital Marketing and Product Manager 1000 Santri Digital PT Telkom Indonesia, untuk menjelaskan berbagai strategi dan pelatihan digital untuk produk pesantren.


TAGS :
RELATED POSTS


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER