Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Gaya hidup > Beragam Cocktail Unik dengan Bahan Tradisional; Warnai Mixology Competition 2019

Beragam Cocktail Unik dengan Bahan Tradisional; Warnai Mixology Competition 2019

Gaya hidup | Kamis, 4 April 2019 | 19:03 WIB
Oleh : Natalia Trijaji

BAGIKAN :
Beragam Cocktail Unik dengan Bahan Tradisional; Warnai Mixology Competition 2019

Beragam Cocktail Unik dengan Bahan Tradisional; Warnai Mixology Competition 2019

Diadakan Grand Dafam Signature Surabaya, ada yang menggunakan kunyit, jahe, asam jawa dan buah ciplukan

Surabaya, Kabarindo- Beragam cocktail unik dengan bahan tradisional mewarnai Mixology Competition 2019 yang berlangsung di Grand Dafam Signature Surabaya pada Kamis (4/4/2019).

Christina Helen, PR Manager Grand Dafam Signature Surabaya, mengatakan kompetisi ini baru pertama kali diadakan dan rencananya akan menjadi event tahunan di Surabaya. Mixology Competition tersebut juga menandai dibukanya Previere Bar and Lounge di hotel ini.

Tomi Nugroho, F&B Manager Grand Dafam Surabaya, mengatakan banyak yang belum mengetahui perbedaan antara bartender dan mixologist. Sebenarnya keduanya memiliki peran yang sama, meracik minuman. Bartender meracik minuman yang enak dipandang maupun dicicipi, sedangkan mixologist meracik minuman yang memiliki cerita di baliknya.

Mixology Competition diikuti oleh 28 mixologist yang kebetulan semua laki-laki, berasal dari resto, kafe dan pub di Surabaya dan kota-kota lain di Jatim, Bali dan Makassar. Mereka wajib meracik minuman dengan bahan lokal sebagai salah satu bahannya misalnya kunyit, jahe atau lainnya.

Menurut Tomi, minuman hasil racikan mereka akan terasa unik dan khas, karena menggunakan campuran produk luar negeri dan bahan tradisional. Para peserta juga harus menjelaskan tentang racikannya, bahan yang digunakan dan mengapa menggunakan bahan tersebut.

“Mocktail kan identik dengan minuman dari merek luar. Di kompetisi ini, para mixologist meramunya dengan bahan lokal. Jadi rasanya pasti spesial. Tamu yang datang kan bukan cuma bule atau dari negara-negara lain, tapi juga banyak dari lokal. Mereka tentu tidak mengira jika cocktail yang disajikan ternyata ada bahan tradisionalnya,” ujarnya.

Setiap peserta mendapat waktu 7 menit untuk meracik satu minuman. Hasil racikan mereka dinilai oleh tim juri berdasarkan teknik pembuatan, rasa dan presentasi. Tomi mengatakan, meracik cocktail dengan bahan lokal menjadi tantangan bagi para peserta. Mereka harus pintar meramu dengan bahan dari luar, apakah cocok atau tidak. Misalnya apakah kunyit cocok dipadu dengan suatu jenis minuman dari luar, bagaimana rasanya.

Seorang peserta, Ichya Ulumudin, meracik cocktail yang salah satu bahannya ciplukan. Buah ini memiliki banyak manfaat yaitu sebagai antioksidan, anti-infamasi dan bisa menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Ia membuat ciplukan sebagai foam di atas minuman racikannya. Ada pula yang menggunakan kodondong yang diambil sarinya dicampur dengan bahan-bahan lain di antaranya jus cranberry. Untuk menguatkan kesan tradisional, ada peserta yang menyajikan cocktail racikannya dalam wadah mug blirik hijau seperti yang biasa dipakai kakek nenek zaman dulu.

Peserta lainnya, Yoga Ari Pratama dari Pentagon Club Surabaya, menggunakan pasta asam jawa, vodka, air kelapa segar, sirup markisa dan jus nanas sebagai bahan cocktail racikannya yang dinamai Hindi 21. Rasanya menyegarkan, manis campur asam.

Yoga mengaku menggunakan asam jawa karena terinspirasi dari pohon ini yang tumbuh di halamannya. Ia mengatakan, asam jawa bermanfaat bagi kesehatan antara lain menyembuhkan flu. Karena itu, asam jawa biasa digunakan sebagai minuman jamu.

Penulis: Natalia Trijaji


TAGS :
RELATED POSTS


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER