Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

-advertising-

Beranda > Gaya hidup > Art Moments Jakarta Gelar Pameran Seni Hybrid; Tampilkan Karya Terbaik

Art Moments Jakarta Gelar Pameran Seni Hybrid; Tampilkan Karya Terbaik

Gaya hidup | Sabtu, 22 Mei 2021 | 17:41 WIB
Editor : Natalia Trijaji

BAGIKAN :
Art Moments Jakarta Gelar Pameran Seni Hybrid; Tampilkan Karya Terbaik

Art Moments Jakarta Gelar Pameran Seni Hybrid; Tampilkan Karya Terbaik

Selama 1-30 Juni, wadah bagi galeri seni lokal dan internasional untuk membangun jaringan

Surabaya, Kabarindo- Art Moments Jakarta menggelar pameran seni Art Moments Jakarta Online (AMJO) melalui platform virtual untuk pertama kali mulai 1-30 Juni 2021. Juga akan diadakan tiga pameran secara offline di galeri seni ternama di Jakarta.

Pameran seni hybrid pertama di Indonesia ini dapat diakses melalui www.artmomentsjakarta.com dan aplikasi seluler Clamour.

Selain itu, Art Moments Jakarta akan menyelenggarakan Art Conversations untuk membahas topik-topik yang berhubungan dengan seni dan kesehatan mental, seni dan investasi serta Crypto Art yang tengah hangat dibahas. Tahun ini, Art Moments Jakarta Online juga bekerja sama dengan Clamour, platform seni dan teknologi seni yang berfokus pada pasar Cina dan Asia Tenggara.

Art Moments Jakarta diprakarsai oleh kolektor seni Indonesia dan dikelola oleh tim penyelenggara art fair yang berbasis di Jakarta dan Singapura. Ini merupakan wadah bagi galeri seni lokal maupun internasional untuk membangun jaringan, mengedukasi serta berperan aktif dalam industri seni dan kreatif Indonesia.

“Selama pandemi, kami mencari jalan agar pelanggan dan mitra kami tetap dapat berinteraksi. Platform virtual menjadi jawaban untuk mengakomodir keperluan tersebut guna menjembatani pemilik galeri dan pecinta seni serta secara aktif mempromosikan seniman Indonesia beserta karya seni mereka,” ujar Leo Silitonga, Founder and Art Director of Art Moments Jakarta.

Dimulai pada 20 Mei 2021 di Art: 1 di Kemayoran, Jakarta, Art Moments Jakarta menyelenggarakan acara offline yang menampilkan koleksi permanen yang dipilih oleh kurator profesional serta program pameran yang berfokus pada seniman muda terpilih.

Art:1 memprioritaskan karya seni yang mengusung kreativitas, kematangan konsep dan cita rasa seni yang tinggi. Art:1 merepresentasikan Yawara Oky Rahmawati dan karyanya yang bertemakan cerita tentang gambar anak dan ingatan manusia dewasa. Yawara menggunakan metode apropriasi untuk meminjam cara kerja serta visual gambar anak untuk dimaknai ulang dengan permasalahan hari ini.

Di antara galeri seni terkemuka yang berpartisipasi pada Art Moments Jakarta Online adalah Chan+Hori Contemporary, spesialis kuratorial seni kontemporer asal Singapura. Sejak Maret 2020, Chan+Hori telah berevolusi menjadi layanan kuratorial, manajemen dan penasihat seni yang menaungi seniman dari sekitar Asia. Chan+Hori Contemporary merepresentasikan seniman Jay Ho asal Singapura. Karya seni Jay Ho mengemukakan eksplorasi ruang, warna dan cahaya untuk mengomunikasikan hasrat, menemukan jawaban untuk pertanyaan yang dapat dijawab melalui eksplorasi pribadi ke dalam diri masing-masing audiensnya.

Lawangwangi Creative Space yang dinaungi oleh ArtSociates turut menampilkan karya dari seniman kenamaan Indonesia, Eddy Susanto. Creative space yang berlokasi di Bandung tersebut menampilkan karya Eddy yang berakar dari penelitian pada berbagai unsur sejarah yang kemudian menampilkan identitas budaya Jawa. Terinspirasi dari berbagai epos Jawa, Eddy mengeksplorasi narasi sejarah dan pengembangan identitas dalam karya seninya.

Seniman independen yang berpartisipasi dalam Art Moments Jakarta Online adalah Mira Hoeng, seniman di balik Miwa Patterns. Mira Hoeng memulai karir sebagai assistant product development manager di The Walt Disney Company Southeast Asia. Lulusan LaSalle College of the Arts Singapore ini meninggalkan karirnya di corporate untuk merintis usahanya sendiri, MIWA Pattern, sebagai bentuk penyaluran kebahagiaan Mira Hoeng. Mengambil inspirasi dari berbagai perjalanan spiritual pribadinya, Mira Hoeng terus berkarya dan mencurahkan segala pengalaman intrinsiknya di dalam setiap karya seni tekstilnya.

Art Moments Jakarta juga mengikutsertakan karya “53 never forgotten” NFT-art karya Ruanth dan Cindy Thyssen. Ini merupakan penghormatan kepada 53 awak KRI Nanggala yang meninggal dan 53 keluarga yang terus melanjutkan hidup mereka. Hasil penjualan akan disumbangkan untuk keluarga mereka.

Lulus dari Royal College of Art, National Film & Television School, United Kingdom, Ruanth Chrisley Thyssen telah menerima satu nominasi Oscar dan dua nominasi BAFTA Sound Designer. Sedangkan Cindy Thyssen adalah influencer kecantikan dan gaya hidup yang telah melakukan berbagai pekerjaan seni digital pribadi sejak 2010. Ia lulus dengan sangat baik dari program studi animasi dari BINUS University, kemudian melanjutkan studi ke Oxford, Inggris.

Penulis: Natalia Trijaji


TAGS :
RELATED POSTS


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER