XL Salurkan Donasi Pendidikan; Untuk Anak-anak Penghafal Al Quran

XL Salurkan Donasi Pendidikan; Untuk Anak-anak Penghafal Al Quran

Surabaya, Kabarindo- PT XL Axiata Tbk. telah menyalurkan donasi pendidikan bagi anak-anak penghafal Al Quran atau Hafiz yang berdomisili di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Jawa.

Ada 5 lembaga yang menaungi anak-anak tersebut dan satu anak di luar lembaga yang menerima donasi. Donasi diserahkan bersamaan dengan peringatan 20 tahun kehadiran XL melayani masyarakat Indonesia yang jatuh pada Oktober ini.

Vice President East Region, Desy Sari Dewi, mengatakan Hafiz cilik merupakan salah satu harapan yang dimiliki Indonesia, karena bukan hanya melahirkan generasi yang mencintai sang Pencipta dan ciptaan-Nya, tetapi juga menumbuhkan inspirasi di semua kalangan yang akhirnya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membaca dan mengamalkan Al Quran.

“Donasi yang kami salurkan terkumpul antara lain dari pelanggan melalui program SMS Donasi dan hasil penjualan paket layanan XL,” ujarnya pada Selasa (18/10/2016).

Dana donasi antara lain berasal dari pelanggan melalui SMS Donasi serta penyisihan 15% dari hasil penjualan paket data Combo Xtra 19 GB 30 hari Rp. 89 ribu di beberapa saluran penjualan online selama periode 5 Juni – 5 Juli 2016.

Lembaga yang menerima donasi masing-masing adalah Bait Qurany di Tangerang Selatan yang menaungi 148 Hafiz anak, Rumah Tahfizh Miftahul Jannah di Medan dengan 177 Hafiz anak, Pondok Tahfidz Nurul Qur’an di Makassar dengan 20 Hafiz anak, PKPU Bandung dengan 5 Hafiz anak serta TPQ An Nur di Surabaya dengan 50 Hafiz anak. Satu Hafiz anak lainnya yang menerima secara perorangan adalah Mashita asal Makassar.

XL bersama lembaga Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) juga meresmikan sistem sarana air bersih (SAB)di Dusun Srumbung dan Dusun Sawur di Desa Pengkok, Kecamatan Pathuk, Kabupaten Gunung Kidul. Sistem SAB yang dibuat berupa sumur bor kedalaman 75 meter di Dusun Srumbung dan 27 meter di Dusun Sawur, beserta reservoir dan sambungan rumah.

Secara geografis daerah Gunung Kidul memang dikenal sebagai daerah yang sulit air besih. Pengadaan SAB tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap air bersih sehingga memenuhi standar hidup sehat.

Infrastruktur yang dibuat di dua lokasi tersebut dibangun atas partisipasi masyarakat setempat. Saat ini sebanyak 40 sambungan rumah di Dusun Sawur dan 50 sambungan rumah di Dusun Srumbung sudah terbangun. Sebanyak 30 sambungan rumah di Dusun Sawur akan dipasang menyusul secara swadaya dengan metode arisan air.

Pemilihan kedua lokasi di desa tersebut didasarkan pada kebutuhan air bersih di sana. Sarana air bersih yang ada tidak mampu mencukupi kebutuhan, terutama saat musim kemarau. Oleh sebab itu, program Berbagi Air diharapkan mampu menjadi solusi dalam meningkatkan kemampuan masyarakat untuk menjangkau sarana sanitasi demi terciptanya kesehatan masyarakat.