Wamendag RI; Buka Puncak Pameran Pangan 2014

Wamendag RI; Buka Puncak Pameran Pangan 2014

Jakarta, Kabarindo- Puncak Pameran Pangan Nusa (PPN) dan Pameran Produk Dalam Negeri Nasional (PPDN) belum juga dibuka oleh Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi.

Namun pameran tersebut sudah membukukan transaksi senilai Rp 123,7 miliar. Sukses ini diraih setelah menggelar PPN dan PPDN di tiga kota, yaitu Lampung, Purwokerto, dan Malang yang dikunjungi sekitar 297 ribu orang.

"Kami berharap angka transaksi ini akan terus meningkat selama puncak PPN dan PPDN di Monas ini," tegas Bayu dalam pembukaan acara puncak PPN dan PPDN di Lapangan Monas, Jakarta, kemarin (26/9). Pameran berlangsung Jumat-Senin, 26-29 September 2014. Selain ingin mempromosikan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pangan nusantara, pameran ini sekaligus menjadi ajang perkenalan potensi kuliner unggulan dalam negeri. "Pameran ini harus dapat meningkatkan penggunaan produk potensial dalam negeri yang berkualitas dan berdaya saing," kata Wamendag.

Kementerian Perdagangan optimis hasil transaksi PPN dan PPDN tahun ini akan lebih spektakuler. Beberapa penjajakan dan negosiasi antara pelaku usaha/buyer dengan UMKM di tiga kota sebelumnya masih terus berlanjut.

Wamendag meminta UMKM meningkatkan daya saing produknya. “UMKM harus meningkatkan daya saing, karena kita akan memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN dan akan diterapkan pasar tunggal untuk bahan baku produksi, wilayah ekonomi yang semakin kompetitif, pemerataan wilayah pembangunan ekonomi, serta integrasi dengan perekonomian dunia,” ujar Wamendag.

Sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014, pameran seperti ini merupakan bagian penting dari upaya pemerintah dalam meningkatkan penggunaan produk dalam negeri melalui promosi, sosialisasi atau pemasaran, dan perluasan akses pasar bagi produk dalam negeri.

Pameran ini menghadirkan stan tematik PPN berupa produk sayuran dan buah-buahan Indonesia, serta stan tematik PPDN berupa produk kreasi anak bangsa yang sudah dipasarkan baik secara lokal maupun internasional, antara lain sepeda Polygon, produk elektronik Polytron, produk fesyen Toraja Melo, dan alat musik gitar Stranough. "Semua produk dijamin asli buatan Indonesia dan sudah sukses menembus pasar internasional. Pemerintah sangat mendukung kelangsungan
produk-produk tersebut,” tegas Wamendag.

Persaingan Sehat
Sementara itu, Direktur Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Srie Agustina menyatakan pameran ini sekaligus sebagai ajang persaingan sehat antar-UKM. Tak kurang dari 300 UKM dari 34 provinsi tumpah ruah di arena ini, terdiri dari 150 UKM peserta PPN, dan 150 UKM peserta PPDN.
Sejumlah asosiasi juga tak mau ketinggalan, seperti Asosiasi Perancang Mode Indonesia, Yayasan Batik Indonesia, Asosiasi Ritel Indonesia, Asosiasi Sepatu Indonesia, Asosiasi Kopi Spesial Indonesia, Asosiasi Teh Indonesia, Dekranas Indonesia, dan lainnya.

“Pameran ini berfungsi sebagai ajang persaingan sehat antar-UMKM, serta sarana menjalin misi dagang lokal dalam rangka membangun konektivitas, jejaring, dan transaksi penjualan produkproduk
UMKM dalam negeri,” ujar Srie.

Di samping itu, sebagai implementasi Permendag 70 tahun 2013 tentang Pedoman Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Modern, dilakukan juga penilaian produk UMKM potensial oleh assessor/merchandiser dari beberapa ritel modern, seperti
Carrefour, Alfamart, Indomaret, Hypermart, dan Giant. Diharapkan, selanjutnya UMKM dan ritel modern dapat menjalin kerja sama kemitraan.

Lomba Masak
Sebagai kegiatan pendukung, Kemendag berinisiatif membuat Lomba Masak Makanan Minuman Khas Daerah tingkat nasional dan UMKM Pangan Award. Lomba masak tingkat nasional ini merupakan puncak dari rangkaian lomba masak tingkat regional yang diadakan di tiga lokasi
pameran sebelumnya.

Lomba ini bertujuan mengembangkan potensi daerah, khususnya
keanekaragaman cita rasa nusantara, serta mendorong pengembangan produk kuliner nasional.

Para peserta terdiri dari 9 tim yang berasal dari juara 1, 2, dan 3 lomba masak tingkat regional.

Pemenang 1, 2, dan 3 akan ditentukan dari siapa yang masakannya paling enak dan kreatif.

Sedangkan, UMKM Pangan Award diikuti oleh sekitar 200 UMKM pangan.
Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi terhadap pelaku UMKM pangan yang terus berupaya mengembangkan potensi produk pangan lokal, serta menjadikan ikon pangan di masing-masing wilayahnya.

Pada pelaksanaan UMKM Pangan Award telah terpilih sebanyak sepuluh produk yang memenuhi kriteria sebagai pemenang dan akan memperoleh pembinaan yang berkelanjutan dari Pemerintah.