USAID PRIORITAS; Bantu Analisis Kebutuhan Guru Di Daerah

USAID PRIORITAS; Bantu Analisis Kebutuhan Guru Di Daerah

Surabaya, Kabarindo- Pemerintah kabupaten dan kota sering kesulitan untuk mendesain program peningkatan mutu guru dan tenaga pendidik yang sesuai dengan tingkat SDM dan kebutuhan daerah.

Untuk itu USAID PRIORITAS memperkuat kapasitas pemerintah di tingkat kabupaten/kota agar mampu merumuskan program peningkatan SDM bidang pendidikan yang tepat dan relevan dengan mendukung implementasi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).

USAID PRIORITAS akan membantu pemda agar mampu menganalisis kebutuhan guru berbasis data seperti hasil UKG (Uji Kompetensi Guru), hasil Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan hasil Analisis Daya Serap Ujian Nasional (UN). Dari hasil analisis ini kemudian dirumuskan perencanaan peningkatan mutu guru secara berkelanjutan sesuai dengan kerangka PKB yang dikembangkan oleh Kemdikbud dan Kemenag.

Menurut Advisor Tata Kelola dan Manajemen Pendidikan USAID PRIORITAS, Mark Heyward, Ph.D, guru harus dilatih secara berkualitas agar menjadi tenaga profesional. Guru profesional diharapkan mampu meningkatkan prestasi siswa secara signifikan.

“Kualitas pendidikan sangat bergantung pada kualitas guru. Agar kualitas guru terjamin, penting dilakukan penilaian kinerja dan pengembangan profesionalisme guru secara terus-menerus,” ujar doktor asal Australia yang fasih berbahasa Indonesia ini pada Selasa (9/9/2014).

Ia mengatakan, untuk mendesain PKB secara utuh, diperlukan sejumlah analisis kebutuhan pelatihan (training need analysis). Pelatihan akan efisien dan efektif, jika sebelumnya dilakukan analisis biaya dan kebutuhan pelatihan (cost and benefit analysis). Setelah jenis dan manfaat pelatihan diketahui, maka dibutuhkan anggaran untuk melaksanakannya. Agar pelatihan dapat dibiayai, harus dilakukan analisis keuangan pendidikan kabupaten.

Kepala Bidang Pengembangan Profesi Pendidik Dikdas BPSDMP-PMP Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Dian Wahyuni, melihat kompetensi guru pendidikan dasar masih rendah. Nilai uji kompetensi guru pada 2013 rata-rata hanya mencapai 47,86%. Hal ini membuat Kemendikbud memprogramkan upaya pengembangan profesionalisme guru.

Kemendikbud menargetkan semua guru harus sudah profesional pada 2015. Sekitar 3 juta guru di Indonesia diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan berkualitas. Namun, kenyataannya, meski banyak guru yang tersertifikasi, banyak pula yang profesionalitasnya belum meningkat. Karena itu, sangat penting guru diberi bimbingan dalam pengembangan profesionalisme secara berkelanjutan.

USAID PRIORITAS Jatim menambah 4 kabupaten/kota binaan pada 2014 untuk memenuhi kuota yaitu Kab. Banyuwangi, Kab Jombang, Kab Lamongan dan Kota Batu. Keempat kabupaten/kota baru ini juga akan mendapatkan pelatihan untuk pendidik dan pendampingan seperti di kabupaten/kota mitra USAID PRIORITAS sebelumnya.

Pemilihan kabupaten/kota didasarkan pada komitmen pemda untuk memajukan pendidikan di wilayahnya, Indeks Mutu Pendidikan dan Indeks Prestasi Manusia (IPM) di bidang pendidikan untuk memenuhi kuota nasional.

Menurut Silvana Erlina, Koordinator USAID PRIORITAS Jatim, keempat kabupaten/kota tersebut telah menyatakan kesediaannya untuk menjadi mitra USAID PRIORITAS hingga 2017. Mereka juga menyediakan dana diseminasi khusus untuk mengembangkan program USAID PRIORITAS di wilayahnya masing-masing.