USAID PRIORITAS; Bantu 45 Sekolah Di Papua

USAID PRIORITAS; Bantu 45 Sekolah Di Papua

Surabaya, Kabarindo- USAID melalui program USAID Prioritizing Reform, Innovation and Opportunities for Reaching Indonesia’s Teacher, Administrators and Students (PRIORITAS) telah meluncurkan program pelatihan pembelajaran dan pemberian buku kepada 45 sekolah di Kabupaten Jayawijaya dan Yahukimo.
 
Program tersebut bekerja sama dengan Yayasan Kristen Wamena (YKW) dan Yayasan Sosial untuk Masyarakat Terpencil (Yasumat) bersama Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Kabupaten Jayawijaya dan Yahukimo.
 
Peluncuran yang dilaksanakan di Wamena, Jayawijaya, itu merupakan bagian dari program bantuan pendidikan USAID senilai 83,7 juta dolar AS untuk meningkatkan kualitas pendidikan di 8 provinsi, yaitu Aceh, Sumatra Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Papua.
 
USAID PRIORITAS bersama YKW dan Yasumat akan melatih dan mendampingi para guru, kepala sekolah, komite sekolah dan siswa untuk menghadapi tantangan utama dalam menyediakan pemerataan akses pendidikan yang berkualitas dan meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar.
 
"USAID akan membantu SD Kabupaten Jayawijaya dan Yahukimo untuk mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas sesuai konteks di Papua. Diharapkan program ini akan membantu siswa di sana  untuk mengembangkan potensi terbaik dan menempatkan mereka di jalan menuju kesuksesan," kata Stuart Weston, Direktur Program USAID PRIORITAS dalam rilis yang diterima pada Jumat (13/6/2014).
 
Di Papua, selama dua tahun program, USAID PRIORITAS akan memfasilitasi para guru SD untuk memberikan pembelajaran sesuai konteks Papua, khususnya dalam peningkatan kemampuan siswa SD dalam membaca, menulis dan menghitung. Para guru dan siswa akan dilatih dan didampingi dalam menggunakan buku pembelajaran kontekstual Papua (BPKP) yang relevan dalam mendukung pelaksanaan Kurikulum 2013.
 
”Selama ini masih banyak siswa kelas tinggi di Jayawijaya dan Yahukimo yang belum dapat membaca dan menulis. Buku ini sudah diujicoba di beberapa sekolah yang efektif untuk mengatasi tingginya angka anak kelas tinggi di Jayawijaya dan Yahukimo yang masih lemah dalam membaca dan menghitung,” kata Eirene Mary, Koordinator Fasilitator Pelatihan Guru YKW.
 
Selain melatih guru, program ini juga akan melatih kepala sekolah untuk dapat berperan sebagai pemimpin pembelajaran yang membantu dan mendorong guru untuk mengajar lebih baik, meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pendidikan anak sehingga mereka bisa memberikan dukungan kepada anak serta meningkatkan kerja sama yang baik dengan pemerintah propinsi dan daerah guna membantu mereka dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
 
Bupati Jayawijaya yang diwakili Asisten Satu, Gaad Pyramid Tabuni, menyampaikan pentingnya pembelajaran yang menyesuaikan dengan konteks daerah. ”Tidak mungkin pendekatan pendidikan di Kota Jayapura dan Kabupaten Yahukimo disamaratakan. Bantuan USAID untuk melatih guru dan menyebarkan Buku Paket Kontekstual Papua menjadi kesempatan bagi sekolah-sekolah untuk meningkatkan mutu pembelajaran di kelas,” katanya.
 
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua yang diwakili Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus, Laorens Waltik, menyatakan program ini tepat dengan kebutuhan pendidikan di Papua.
 
“Kemitraan ini diharapkan dapat mempercepat perbaikan mutu pendidikan di Papua,” katanya.