Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Hiburan > Teater Gerimis; Sukses Gelar Lakon Inspiring

Teater Gerimis; Sukses Gelar Lakon Inspiring

Hiburan | Rabu, 16 Oktober 2013 | 17:00 WIB
Oleh : admin

BAGIKAN :
Teater Gerimis; Sukses Gelar Lakon Inspiring

Jakarta, Kabarindo- Berawal dari kegelisahan soal banyaknya korupsi di negeri ini. Berawal dari kesedihan akan nasib masyarakat bangsa ini yang semakin miskin dan banyak kebodohan.

Dari kekhawatiran akan kondisi rasa toleransi antar umat beragama dan antar golongan yang semakin menipis di negeri ini.

Berawal dari itu semua, Teater Gerimis berusaha keras untuk memproduksi sebuah pementasan dengan lakon: Jam Dinding yang Berdetak, karya Nano Riantiarno.

Teater yang berdiri 14 November 1992 ini, sengaja memilih lakon tersebut karena sesuai dengan kondisi sosial masyarakat negeri ini. Di mana ketika buruh banyak dipecat, ketika rupiah sedang anjlok dan ketika kemiskinan dijadikan alasan utama untuk menjadi teroris. Gerimis, yang juga bagian dari unit kegiatan mahasiswa Kampus IST Al Kamal, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, coba menyimpulkan problem sosial secara ini detail.

Menurut wartawan senior yang juga pengamat teater Wong E. Swandana, sangat tepat kalau Gerimis memilih lakon ini. “Selain sesuai dengan problem sosial, Gerimis juga sudah melakukan sedikit ‘pemerkosaan’ terhadap naskah aslinya. Sang Sutradara, Rukmana Adiwijaya Dipa sudah melakukan hal yang semestinya dilakukan. Penawaran konsep pertunjukkannya cukup berbeda, sekalipun masih nampak kendala teknis pada para pemain saat saya menonton proses latihannya. Tapi saya yakin, saat pentas mereka akan menyuguhkan yang terbaik untuk penonton.”

Menurut Endon, yang terpenting dari sebuah pementasan teater adalah pesan dari naskah itu bisa ditangkap penonton, enak dilihat secara artistik dan pementasan menjadi dakwah batin yang bisa membawa orang mengembara menembus sukmanya sendiri.

Di tempat terpisah, Rukmana Adiwijaya Dipa, yang juga sutradara muda cukup diperhitungkan di dunia teater kampus mengatakan, pementasan tunggal ini menjadi produksi ke 101 Teater Gerimis.

Pementasan diselenggarakan di Gedung Seni Kampus Institut Sains dan Teknologi Al Kamal, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Sabtu, 12 Oktober 2013, pukul 19.00 WIB. Gerimis mematok harga tiket masuk sebesar Rp 5.000 per orang. Uang tersebut, rencananya, akan disumbangkan oleh aktivis Gerimis kepada para koruptor di negeri untuk beli tali gantungan. “Kepengennya sih kami pentas keliling Indonesia. Semoga modalnya cukup. Semoga menteri kebudayaan atau menteri olah raga kasih dana bantuan kepada kami untuk pementasan ini. Dengan catatan, kami tidak menerima uang bantuan hasil korupsi!” ujar Dipa, yang dikenal sebagai sutradara muda bertangan dingin dalam menangani aktor-aktor muda berbakat.


TAGS :
RELATED POSTS


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER