Surabaya Heritage Track; Ajak Ikuti Tur We Love Book

Surabaya Heritage Track; Ajak Ikuti Tur We Love Book

Surabaya, Kabarindo- House of Sampoerna (HoS), melalui Surabaya Heritage Track (SHT) mengadakan tur tematik We Love Book “Surabaya The City of Education” yang diadakan pada Selasa-Kamis, 7 April-14 Mei 2015 pukul 09.00-11.00.

Menurut Museum Manager House of Sampoerna, Rani Anggraini, tur tersebut diselenggarakan dalam rangka menyambut World Book Day yang diperingati setiap 24 April dan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei.

“Tur tematik 'We Love Book' diselenggarakan sebagai upaya mengenalkan masyarakat pada Surabaya sebagai kota pendidikan,” ujarnya.

Pada tur kali ini, peserta tur atau trackers akan diajak mengunjungi Fakultas Kedokteran UNAIR yang awalnya dikenal sebagai Nederlandsche Artsen School (NIAS) dan Kantor Pos Kebonrojo yang dulu difungsikan sebagai Hoogeree Burger School (HBS).

Tur tematik SHT diselenggarakan pada periode-periode tertentu guna memperkenalkan sejarah Surabaya dan berbagai bangunan cagar budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi. Tur dapat dinikmati oleh masyarakat maupun wisatawan secara gratis. Melalui berbagai tur, trackers dapat melihat berbagai bangunan cagar budaya serta mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru.

Tur kali ini diselengarakan karena kepedulian pendiri Sampoerna, Lim Seeng Tee, terhadap perkembangan pendidikan di Surabaya yang dimulai dengan mendirikan sekolah Tionghoa Tiong Hoa Hwee Koan (THHK) pada 1908.

Pentingnya pendidikan untuk masyarakat dirasakan sejak jaman pra-penjajahan. Diawali dengan berkembangnya pendidikan Hindu Budha pada abad ke-5 lalu ke pendidikan cara Islam oleh Raden Rahmat atau Sunan Ampel pada abad ke-12 atau disebut sebagai pondok pesantren. Hal ini membuat Surabaya sebagai pusat pendidikan di tanah Jawa.

Sejarah perjalanan pendidikan di Surabaya selanjutnya mengalami perubahan sesuai dengan eranya yaitu saat pemerintah kolonial Belanda, pemerintah pendudukan Jepang hingga masa awal kemerdekaan Indonesia dimana masing-masing pemerintahan memiliki ciri khas kebijakan dalam pendidikan yang memberikan pengaruh berbeda bagi perkembangan pendidikan di Indonesia hingga saat ini.