Subhan Aksa; Susun Strategi Awali RACC Rally De Espana

Subhan Aksa; Susun Strategi Awali RACC Rally De Espana

Jakarta, Kabarindo- Tiga SS (Special Stage) awal RACC Rally de Espana berlangsung malam hari pada hari pembuka Jumat (25/10). Start pada pukul 20.03 waktu Spanyol dan berlangsung hingga tengah malam pukul 12.00. SS3 di Riudecanyes 1 dimulai pukul 22.45 waktu setempat dan seluruhnya beraksi di atas lintaan aspal.

Itu waktu start awal yang dialokasikan untuk kontestan WRC. Setelah mereka masuk baru giliran gerombolan WRC2 yang berlomba dan diperkirakan baru bisa pulang subuh. Esoknya, SS4 dimulai lagi dari tempat yang sama dengan SS3 sebelumnya di Riudecanyes 2 pukul 09.05.

“Itu kondisi yang jarang terjadi, khususnya buat saya di reli nasional. Sekaligus jadi tantangan menarik sebagai ajang cari pengalaman. Ini langka,” ujar Subhan ‘Ubang’ Aksa, pereli nasional yang jadi kontestan regular WRC2 musim 2013.

Karena itu, imbuhnya, hal terpenting yang harus ia lakukan adalah persiapan ekstra. Tak hanya dari aspek teknis seperti mesin dan girboks mobil, ban, suspensi dan sebagainya tapi juga rancangan strategi dan kebugaran fisik. Ia harus bisa menjaga tubuh agar tetap bugar melakoni perjalanan keesokan harinya. Hal sama berlaku buat Nicola Arena, navigator professional asal Italia yang mendampingi Ubang sepanjang musim kompetisi 2013.

“Saya ingin fokus pada tiga SS awal terlebih dahulu, setelah itu baru memikirkan step berikutnya berdasarkan kondisi terakhir. SS4 sampai SS9 berlangsung siang hari dan semuanya aspal. Pada hari terakhir (Minggu, 27/10) baru ketemu lintasan gravel. Itupun ada dua SS yang ‘gado-gado’, campuran aspal dan tanah. Sebelum sampai ke sana, target pertama adalah bagaimana melewati malam pertama dengan kompetitif. Hasil di sini akan sangat mempengaruhi perjalanan berikutnya,” ucap punggawa Bosowa Fastron Rally Team (BFRT) yang selalu membentangkan banner Indonesia Rally Team di tenda service park-nya.

Nicola pun mengamini ucapan pilotnya. Ia bahkan optimis meraih hasil positif di Spanyol. Bekal dua kali tampil musim 1999 dan 2002 menjadi referensi untuk memperkaya pacenote kali ini. Apalagi, pada dasarnya Nicola lebih menyukai trek aspal ketimbang gravel.

“Tapi, semuanya harus saya sesuaikan dengan driving style-nya Subhan. Ia tak harus setuju dengan masukan saya. Itu penting karena ia yang mengambil keputusan di dalam kokpit. Sesi recce hampir selesai, semua lintasan tampak menarik dan sejauh ini semuanya lancar. Balapan malam pada hari perdana pasti akan berat, khususnya buat kami, tapi itu sesuatu yang sangat menantang,” ujar Nicola di sela-sela survey lintasan pada Kamis (24/10) pagi waktu Spanyol.