Standard Chartered Bank; Gandeng KPP-PA

Standard Chartered Bank; Gandeng KPP-PA

Tanjung Benoa, Bali, Kabarindo- Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA) bekerjasama dengan Standard Chartered Bank.

Akhir pekan ini sukses melakukan kegiatan kemasyarakatan, sebagai rangkaian kegiatan APEC Women and the Economy Forum (WEF) 2013 yang bertajuk Perempuan sebagai Penggerak Ekonomi atau Women as Economic Driver.

Kegiatan yang dilaksanakan di desa nelayan Tanjung Benoa ini mengikut sertakan para delegasi APEC WEF ditandai dengan kegiatan pelepasan tukik atau anak penyu ke habitatnya, penanaman pohon, serta melihat langsung kegiatan pelatihan manajemen keuangan sederhana bagi perempuan ekonomi mikro dan penopang ekonomi keluarga yang dilakukan oleh karyawan Standard Chartered Bank.

Dalam kegiatan yang juga diikuti sejumlah pejabat dan perwakilan dari negara APEC lainnya. Para delegasi juga bersosialisasi dengan peserta pelatihan keuangan. Kegiatan yang menggabungkan antara program sosial dan lingkungan ini adalah bentuk nyata dari kemitraan sektor publik dan swasta untuk membantu meningkatkan kapasitas serta kesejahteraan masyarakat.  Kegiatan yang kali ini diadakan di sebuah desa nelayan, tidak terlepas dari kerja keras komunitas lokal setempat, dibawah bendera P3MP (Pusat Pemberdayaan dan Pelayanan Masyarakat Pesisir) Kabupaten Badung, di Tanjung Benoa - Bali.

Sebagai pelengkap, dalam rangka pemberdayaan masyarakat dan lingkungan, KPP-PA dan Standard Chartered Bank juga mengajak masyarakat untuk gemar membaca. Kegiatan ini difasilitasi dalam bentuk penyerahan fasilitas pojok baca perempuan dan anak kepada pembina komunitas lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PP&PA), Linda Amalia Sari Gumelar mengungkapkan: ”Kegiatan sosial dan lingkungan saat ini menjadi salah satu prioritas pembangunan dan isu strategis, karena melibatkan langsung para pemangku kepentingan dari berbagai negara delegasi APEC WEF 2013 untuk melihat secara konkrit peran perempuan pelaku usaha ekonomi mikro sebagai penopang ekonomi keluarga.

Hari ini kita juga telah melihat kerjasama antara sektor publik dan swasta seperti yang kami lakukan bersama dengan Standard Chartered Bank, dalam upaya meningkatkan kapasitas perempuan sebagai penggerak ekonomi. Hal ini membuktikan bahwa minat dan partisipasi kaum perempuan dalam usaha ekonomi mikro terus terakomodir dengan baik oleh pihak dunia usaha. Saya juga mengharapkan kegiatan ini mampu menginspirasi dan mendorong para kaum perempuan serta pihak dunia usaha lainnya, untuk terus bersinergi memajukan perekonomian bangsa. Selain itu kegiatan pelestarian lingkungan yang diterapkan pada kegiatan ini, diharapkan mampu membawa manfaat dan perbaikan lingkungan di masa yang akan datang”.

Sementera itu, CEO Standard Chartered Bank Indonesia, Tom Aaker mengutarakan: “Sebagai sebuah Bank yang telah berada di Indonesia selama 150 tahun sejak 1863, kami terus berkomitmen menjadi bagian dari negeri yang luar biasa ini. Kami berkomitmen menjalankan janji Here for good kami di Indonesia, melalui pengembangan produk dan layanan, termasuk digitalitas yang terus kami lakukan, serta dukungan berkelanjutan ke regulator dan masyarakat, Melalui program pelatihan keuangan seperti ini, kami berharap dapat meningkatkan keterampilan perempuan sebagai pengelola keuangan keluarga maupun usaha mikronya. Kami melihat, sesungguhnya perempuan memiliki peranan yang amat penting dalam pencapaian kesejahteraan bangsa. Program pelatihan dan diskusi keuangan ini sendiri telah kami jalankan secara langsung kepada lebih dari 500 perempuan pengusaha mikro, termasuk di Bali untuk yang kedua kalinya di tahun ini, dengan melibatkan sejumlah staff kami sebagai tenaga kerja sukarela yang bertindak sebagai fasilitatornya.”

Dalam kegiatan ini, para delegasi APEC WEF 2013 juga sekaligus berkesempatan mempelajari ragam budaya dan sistim kemasyarakatan di Indonesia, termasuk tentang peran dan fungsi Banjar bagi masyarakat Bali.