Sharp Electronics Indonesia; Capai Produksi Mesin Cuci Ke-5 Juta Unit

Sharp Electronics Indonesia; Capai Produksi Mesin Cuci Ke-5 Juta Unit

Surabaya, Kabarindo- PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) telah memproduksi 5 juta mesin cuci dua tabung (twin tub) di Indonesia pada Desember 2016,
 
“Dalam waktu 8 tahun, PT Sharp Electronics Indonesia mampu memproduksi mesin cuci sebanyak 5 juta unit,“ ujar Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia, Fumihiro Irie, dalam rilis yang diterima pada Rabu (28/12/2016).
 
PT SEID mengawali produksi mesin cuci di Indonesia pada 2008, kemudian pada 2014 memindahkan lokasi pabrik mesin cuci-nya dari Pulogadung ke Kawasan Industri Karawang Internasional Industrial City (KIIC), Karawang Barat. Pabrik ini menempati area yang lebih luas yaitu 11.400 m2 yang dilengkapi dengan mesin-mesin berteknologi terkini. Seiring dengan peningkatan permintaan yang cukup tinggi, PT SEID meningkatkan kapasitas produksi mesin cucinya 2,5 kali lipat menjadi 1.680.000 unit per tahun.
 
Beragam fitur dibenamkan pada produksi mesin cuci Sharp tipe dua tabung, seperti fitur Low Wattage System yang dapat menghemat listrik karena menggunakan teknologi Planet Gear guna menghasilkan tenaga yang kuat, namun mengkonsumsi listrik yang rendah, Dolphin Pulsator yang dirancang mengadopsi bentuk ekor lumba – lumba untuk memperkuat putaran air sehingga hasil pencucian bersih sempurna, Silvermagic Protection on Pulsator (proteksi Ag + ion) yang melindungi pakaian dari bakteri dan jamur serta desain body kabinet plastik yang mencegah korosi dan anti karat.
 
“Kami memperhatikan pasar lokal dengan memberikan produk-produk yang dibutuhkan. Juga beragam fitur yang ditawarkan sesuai dengan kondisi budaya dan alam di Indonesia, seperti kami punya tipe dimana fitur kontrol panel menggunakan bahasa Indonesia untuk memudahkan konsumen mengerti cara penggunaan mesin cuci, sehingga kesalahan pada saat pengoperasian dapat dihindarkan. Selain itu hemat listrik, memiliki teknologi Super Aquamagic dengan water purification filter 30% lebih besar, mampu mengurangi kandungan zat besi dalam air sebesar 56% sehingga menjaga pakaian tidak berubah warna, karena beberapa daerah di Indonesia khususnya di luar Jawa sulit mendapatkan air bersih, kualitas air tanah yang berbeda sehingga membuat pakaian putih berubah warna menjadi kekuningan,” ujar Herdiana Anita Pisceria, Product Planning General Manager PT SEID.
 
Menurut data GfK per Oktober 2016, mesin cuci Sharp menempati peringkat pertama pasar mesin cuci di Indonesia dengan menguasai pasar sebesar 24,8 % dari total pasar mesin cuci sebesar 3,2  juta unit. Pada 2017, Sharp menargetkan penjualan sebesar 28 %.
 
Herdiana mengatakan, beragam strategi pasar sudah dirancang guna meningkatkan volume penjualan mesin cuci Sharp. Apalagi saat ini musim penghujan. Biasanya permintaan mesin cuci cukup tinggi. Sharp menyediakan beragam ukuran sesuai dengan kebutuhan konsumen mulai dari 6 kg-10 kg.
 
PT SEID akan terus menghadirkan produk-produk berkualitas dan berteknologi tinggi sesuai dengan selera pasar dan kebutuhan konsumen di Indonesia.
 
“Kami yakin bisa tetap mejadi market leader pada tahun-tahun yang akan datang,” ujar Herdiana.