Sanggar Kapan; Tampilkan Drama Nangklung Merana

Sanggar Kapan; Tampilkan Drama Nangklung Merana

Denpasar, Kabarindo- Sanggar Kapan, Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, Bali, menampilkan pementasan drama berjudul "Nangklung Merana" pada Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-37 yang berlangsung 13 Juni sampai 11 Juli 2015 di Taman Budaya, Denpasar, Selasa.

"Melalui pementasan ini, kami ingin mengajak generasi muda di desa kami melestarikan kesenian drama yang mulai dilupakan seiring perkembangan zaman saat ini yang dipenuhi dengan sinetron dan film barat," kata Nyoman Karya Dibala pemimpin sanggar Kapan.

Ia menjelaskan, drama berjudul "Nangklung Merana" menceritakan tentang kehidupan sehari hari di desa Kusamba. Kata "Nangklung" berarti mengembalikan dan kata "merana" artinya wabah.

Jadi drama itu bermakna mengembalikan kisah dan kehidupan sehari hari masa lampau dalam sebuah cerita yang apik dan sarat akan nilai moral.

Diceritakan secara singkat, ketika dulu kala di Desa Kusamba, anak anak kecil selalu bermain di pantai hingga larut malam, hingga datanglah seorang kakek memberi nasehat kepada anak anak itu agar tidak hanya bermain saja, tetapi tetap harus ingat dengan kewajiban belajar dan membantu orang tua.

Selain itu, juga menceritakan tentang nelayan dan saudagar (pengepul) yang akhirnya jatuh cinta setelah melakukan transaksi jual beli ikan di pinggir pantai Kusamba.

"Ceritanya murni merupakan pengalaman dan kisah rakyat Kusamba beberapa tahun silam, dimana ketika itu, hampir sebagian besar penduduk bergelut di bidang perikanan dan kelautan," ungkap dia.

Selain sebagai kisah drama yang menyiratkan nilai moral kepada anak anak, drama tersebut juga sebagai kritikan kepada pemerintah karena saat ini sebagian besar pantai di sana telah di tembok oleh pemerintah sehingga hanya sedikit yang tetap bertahan menjadi nelayan.

Karya Dibala melanjutkan, pementasan drama itu melibatkan 41 orang penari dan lima orang penabuh (pemain musik) yang berasal dari desa setempat.

"Semuanya adalah anak anak dari desa Kusamba, mulai dari umur 3 tahun sampai 15 tahun. Dengan itu kami ingin mewariskan kesenian peran ini kepada anak anak kami sehingga kesenian ini tidak punah," imbuhnya seperti dilansir dari laman antaranews.

Pementasan drama oleh sanggar Kapan, Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung merupakan salah satu pementasan dari lima jenis kesenian yang tampil di hari ke-26 pelaksanaan PKB tahun ini.

Kelima pementasan tersebut berlangsung dari siang, sore, hingga malam hari pada enam panggung pertunjukan di sekitaran Taman Budaya, Denpasar.