SOEGIJA Dirilis 7 Juni 2012; Cara Garin Nugroho Menasehati........!

SOEGIJA Dirilis 7 Juni 2012; Cara Garin Nugroho Menasehati........!

Setiabudi XXI, Rasuna Said, Jakarta, Kabarindo- At last film Garin Nugroho yang kesekian siap dirilis.

Kali ini lebih komersil dan siap merengkuh penonton populis tidak saja berkutat pada story dan narasi yang ideal. Ada beberapa lokasi untuk kepentingan film yaitu Semarang (Kota lama, Gereja Gedangan, Pecinan), Ambarawa (Museum Kereta Api Ambarawa), Magelang (Rumah Sakit Jiwa Magelang), Klaten (PG Gondang Winangun Desa Puluhwatu), Yogyakarta (Gereja Bintaran, Dalem Kaneman Kraton Yogyakarta) dan Parangkusumo.

Film dibuka dengan kalimat yang indah dari pikiran seorang Romo Soegijapranata yang diangkat oleh Vatikan menjadi uskup pribumi pertama di Indonesia. Kemanusiaan itu SATU.............saat Indonesia merdeka menggunakan politik untuk melayani rakyat. Skenario dibuat Garin bersama Armantono dan dari foto-foto behind the scene ia 100% terlibat aktif sebagai storyteller.

Tentu saja film ini pantas meraih banyak penghargaan karena begitu banyak teman-teman Garin yang berkompeten seperti Teoh Gay Hian sebagai DOP, Djaduk Ferianto sebagai penata musik, ada Wawan I . Wibowo menyunting gambar dengan cerdas, sampai suasana tahun 40-an pra dan pasca kemerdekaan oleh penata artistik Allan Sebastian.

Tentu saja film Soegija ini beda dari Opera Jawa atau Daun Di Atas Bantal tapi diakui oleh Garin saat preskon tadi siang bahwa kali ini banyak ensemble aktris baru, musisi dan lainnya. "Film bertutur tentang  kepemimpinan ditengah krisis dengan dimensi lokal dan internasional terkini. Saya membeberkan banyak catatan dari tulisan tangan dari Soegija yang bersinggungan dengan potret kekinian Indonesia," ucapnya santun yang menandakan sebagai perayaan kegembiraan berbangsa, beragama dan lainnya.

Sosok Soegija diperankan oleh kritikus yaitu Nirwan Dewanto yang mengakui dirinya pertama menolak tapi akhirnya bisa ikut karena kuatnya pesan yang terkandung. "Garin suka menyimpang dari skript tapi justeru eksekusinya yang indah tetap saja kuatnya pesan yang dimunculkan," jelas Nirwan lugas.

Selain itu ada sosok baru yaitu Anissa Hertami sebagai Mariyem dan pemeran cilik bernama Andrea Reva (Ling Ling) dari Kota Gudeg. Mereka bersama dengan Butet Kertaredjasa, Hengky Sulaiman dan casting orang asing yaitu Wouter Braaf, Wouter Zweers dan Nobuyuki Suzuki serta lainnya.

Garin diproduseri oleh Puskat Pictures dan diakhir film Anda jangan beranjak buru-buru pulang karena dalam jajaran dewan penasihat ada Mari Elka Pagestu, Jacob Oetama atau kah lainnya serta hampir ratusan tokoh nasional yang mendukung.

Film tentang Pahlawan Nasional Mgr. Albertus Soegijapranata SJ, ia hadir sangat penting saat bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan sebagai sebuah bangsa.


Dont Miss It...................! 7 Juni 2012 mendatang............................