Roy Suryo Merespon Secara Arif; Perihal Pemberitaan Tempo

Roy Suryo Merespon Secara Arif; Perihal Pemberitaan Tempo

Ruang Press Room Kemenpora RI, Jakarta, Kabarindo- Pasti Anda sudah ada yang mengetahui atau paling tidak baru tahu setengah perihal awal pemberitaan media online Tempo Group yaitu tempo.co yang sudah menurunkan 4 berita.

Masing-masing berjudul Ulah Roy Suryo di garuda Versi Ajudan, Roy Suryo Marah Lagi dan Insiden Kabin Garuda, Roy Suryo Akan Somasi Tempo.

Pemberitaan tersebut berawal dari kejadian didalam kabin Garuda GA 205 penerbangan dari Yogyakarta ke Jakarta.

Tak tampak lelah dan makin optimis dengan prestasi olahraga anak bangsa, Menteri Pemuda dan Olah Raga RI, Roy Suryo yang pagi tadi sempat mencoba rute dari ajang balap sepeda internasional Banyuwangi Tour De Ijen 2013 dan sebelumnya membuka resmi Lomba Lari Lintas Batas 10K di perbatasan RI & Papua Nugini, ikut mendukunh Jakarta Marathon 2013 dan paling anyar karena ikut sebagai pemasang bendera berukuran raksasa yang memecahkan rekor dunia pengibaran bendera terbesar bertepatan Hari Sumpah Pemuda lalu di Kalimantan Timur.

"Saya 1000% apabila ikut dengan paparan Presiden RI SBY bahwa apa yang diberitakan salah dan tidak seperti itu malah hak jawab panjang dengan wartawan berinitial GM dari Tempo justeru tidak dimuat dan untuk itu saya hari ini jelaskan bahwa saya tidak bermaksud melakukan kriminalisasi dan saya tegaskan saya tidak melaporkan somasi ini ke pihak kepolisian tapi ke redaksi terlebih dahulu agar mereka bisa mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas pemberitaan tersebut," papar pria yang sering kali di bully oleh para pengguna media sosial.

Roy tegaskan ingin membuka diri dan bersedia mendengar klarifikasi dari pihak Tempo atas pemberitaan yang tidak seimbang tersebut. Dari preskon tersebut ada pihak Garuda yang memastikan perihal pengaturan kabin sudah dilakukan oleh awak dan tidak terjadi keributan.

"Saya malah mendapatkan konfirmasi setelah pemberitaan itu dari pihak wartawan Tempo sendiri bahwa memang ia juga memperihatinkan berita yang cenderung tendensius itu sehingga saya yang tahu jurnalistik dan menguasai komunikasi sehingga tahu tentang hal tersebut sehingga menurut saya pemberitaan tersebut tidak benar dan tidak berdasar," papar Roy lugas.

Roy mencoba meluruskan berita tersebut ketika dia bersama istrinya membawa enam tas ke dalam kabin meski telah dilarang petugas Garuda. Menurut Roy, pemberitaan tersebut terbilang lebay. "Garuda Indonesia sendiri heran ada yg LEBAY menyoal 8 orang bawa 6 cabin," katanya seperti dikutip dari tempo.co

Roy menjelaskan bahwa ia bersama dengan 5 orang dari Kementerian membawa enam tas sementara dari penjelasan pihak Garuda tiap penumpang bisnis bisa membawa 2 tas ke dalam kabin jadi total seharusnya ada 10 tas sementara tas yang ke kabin hanya enam saja.

Redaksi pun menkonfrontir perihal mediasi dan somasi sebaiknya dilakukan dengan terlebih dahulu menggunakan hak jawab dan Roy pun menjawab bahwa ia sudah jelaskan panjang lebar ke reporter yang berinitial GM dari Tempo via BBM walau ada beberapa sms dari nomor yang tidak saya kenali walau mengaku dari pihak Tempo tapi tak ia gubris karena ia tidak mengenali nomor tersebut dan merasa heran tidak menggunakan nomor mereka saja yang Roy simpan di dalam hapenya.

Dari rilis biro humas, hukum dan kepegawaian Kemenpora RI memerlukan penjelasan yang utuh dan komprehensif agar tidak menimbulkan preseden negatif terhadap Menpora Roy Suryo selaku pribadi maupun kedudukannya sebagai Menpora karena pemberitaan tersebut tidak benar dan tidak berdasar.

Anda perlu tahu pemberitaan yang dimuat tempo.co 1 November kemarin itu sudah 12 hari dari pasca kejadian yaitu 20 Oktober sehingga membuat tanda tanya, apa yang terjadi sesungguhnya....?



Kita tunggu saja jawaban somasi pihak Tempo.............!