Ritel Di Jakarta Barat; Siap Tumbuh Pesat

Ritel Di Jakarta Barat; Siap Tumbuh Pesat

Jakarta, Kabarindo- Sebagian besar atau lebih dari separuh ruang ritel di pusat perbelanjaan yang akan berkembang di wilayah DKI Jakarta diperkirakan bakal tumbuh di Jakarta Barat dibandingkan daerah lainnya.

"Berdasarkan area, Jakarta Barat akan berkontribusi 67 persen dari ruang ritel baru yang tersedia selama 2014-2016," kata Associate Director Research Colliers International Indonesia (konsultan properti) Ferry Salanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (13/10) seperti dinukil dari laman beritasatu.

Hal tersebut antara lain karena masih tersedianya lahan dalam jumlah besar dan pembangunan infrastruktur seperti koneksi jalan tol baru telah menstumulasikan kawasan seperti Puri Indah dan S Parman untuk menjadi lokasi yang menarik di bagian barat ibukota.

Ia mengungkapkan, pada awal tahun 2014 akan terdapat pertambahan ruang ritel dengan pembangunan St Moritz Mall di daerah Puri Indah, Puri Kembangan, Jakarta Barat.

Selain itu, di Jakarta Barat juga sedang dibangun perluasan ruang ritel untuk Mal Puri Indah.

Sedangkan untuk 2015, rencananya bakal diluncurkan tiga pusat perbelanjaan yang sedang dibangun yaitu Soho Capital (Jakarta Barat), Soho Pancoran (Jakarta Selatan), dan PIK Mall (Jakarta Utara).

Ferry mengingatkan bahwa pada saat ini masih diberlakukannya moratorium pembangunan mal di wilayah DKI Jakarta sehingga pasokan kumulatif pada kuartal III tahun 2013 ini tidak berubah dengan kondisi pada kuartal-kuartal tahun sebelumnya.

"Pada akhir 2013, Jakarta hanya akan melihat penyelesaian mal The Baywalk yang bakal membuat pasokan tahunan total untuk 2013 sebesar 159.100 meter persegi," katanya.

Sebelumnya, PT Mandiri Sekuritas mengaku pihaknya akan berupaya lebih fokus untuk mendorong pertumbuhan investor ritel di pasar modal Indonesia agar industri menjadi lebih dinamis.

"Di negara manapun, investor ritel sangat penting, bursa saham itu merupakan kombinasi investasi jangka panjang dan pendek, pertumbuhan investor ritel akan membuat dinamis pasar modal ke depanya," ujar Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Abiprayadi Riyanto di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ia mengemukakan bahwa investor institusi cenderung menginvestasikan dananya untuk jangka panjang, sementara investor ritel berorientasi jangka pendek.