Program Buying Mission; Catatkan Nilai Kontrak USD 50,6 Juta

Program Buying Mission; Catatkan Nilai Kontrak USD 50,6 Juta

Jakarta, Kabarindo- Jelang tutup tahun, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan sukses mencetak nilai kontrak dalam program buying mission (BM) sebesar USD 1,36 juta dari kontrak penjualan teh.

Nilai kontrak ini menambah angka pencapaian
program buying mission sepanjang tahun 2014 mencapai total USD 50,6 juta.

"Kami memfasilitasi kedatangan pembeli asal negeri jiran, Malaysia, yaitu Kong Wooi Fong (KWF) Tea Merchants Sdn. Bhd. yang mengadakan kontrak pembelian komoditas teh dari berbagai PTPN senilai USD 1,36 juta. Kontrak ini melengkapi nilai kontrak/purchasing order dalam rangka
program buying mission tahun 2014 yang mencapai total nilai USD 50.560.059 untuk berbagai njenis produk," tegas Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Nus Nuzulia Ishak, akhir pekan ini.

Lebih dari itu kontrak pembelian dengan PT Perkebunan Nusantara VIII, Bandung, Jawa Barat, senilai USD 270 ribu untuk jangka waktu Desember 2014-Mei 2015 ditandatangani di kantor PTPN VIII Bandung, Jawa Barat oleh kedua belah pihak pada Desember 2014.

KWF Tea Merchants Sdn. Bhd. merupakan salah satu importir besar produk teh dari Malaysia yang
telah berkiprah selama 80 tahun. Produk tehnya dipasarkan dengan merek Montea dan MonTeh
dikemas dalam bentuk tea bag, 3 in 1 milk tea dan teh tarik. KWF Tea telah lama bekerja sama dengan PT Perkebunan Nusantara untuk mengimpor produk black tea ke Malaysia.

Capaian ini tak lepas dari bantuan dan kerja sama perwakilan kami di luar negeri, Atase Perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) yang telah membantu program buying mission sejak diluncurkan pada bulan Mei tahun 2014 ini.

Dampak Hilirisasi
Catatan Kementerian Perdagangan menunjukkan pada periode Januari-September 2014 total ekspor teh Indonesia bernilai USD 102,9 juta. Angka ini memang mengalami penurunan sekitar 14,14% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, penurunan ini terjadi sebagai dampak program hilirisasi komoditas teh, melalui penyerapan komoditas ini di dalam negeri guna penciptaan nilai tambah.

“Ekspor teh Indonesia ke Malaysia pada Januari–September 2014 mencapai nilai USD 13,9 juta,
dan di antara negara utama tujuan ekspor teh Indonesia lainnya, Malaysia merupakan negara pengimpor teh Indonesia yang memiliki pertumbuhan ekspor positif dari tahun ke tahun,” jelas Dirjen Nus.

Ekspor teh ke Malaysia selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, dengan tren pertumbuhan positif 5,5% selama lima tahun terakhir. Sementara itu pada periode Januari–September 2014, Malaysia merupakan negara penyerap terbesar produk teh Indonesia dengan nilai USD 13,9 juta yang memberikan kontribusi sebesar 13,5% terhadap total ekspor produk teh Indonesia. Sementara itu, kinerja ekspor komoditas teh Indonesia pada 2013 bernilai USD 157,5 juta dengan tren menurun 2,98% dalam lima tahun terakhir. Ekspor terbesar pada tahun 2013 adalah ke Rusia (13,12%), Pakistan (12,43%), Malaysia (11,64%), Inggris (8,71%) dan Amerika Serikat (6,08%). Sebagai negara yang memiliki potensi produk pertanian dan perkebunan yang melimpah, Indonesia dapat menjadikan teh menjadi komoditas unggulan ekspor. Misi pembelian merupakan salah satu kegiatan promosi untuk membantu dunia usaha dengan mendatangkan calon buyers ke Indonesia untuk melakukan kesepakatan atau transaksi dagang dalam rangka ekspor.