Pelatih Indra Sjafri; Pastikan 10 Tahun Lagi

Pelatih Indra Sjafri; Pastikan 10 Tahun Lagi

Jakarta, Kabarindo- Pelatih kepala timnas U-19, Indra Sjafri, menyatakan jika sistem pembinaan, pencarian bakat, dan pengelolaan kompetisi sepak bola Indonesia sudah benar, ia yakin timnas akan menjadi kuat. 10 tahun mendatang Indonesia sudah tak ada lawan.

"Selama ini cara pengelolaan salah, penataan salah. Tapi sekarang sudah ada arah menuju perbaikan," tutur Indra saat berbincang di Hotel Atlet Century Park, Senayan, beberapa waktu lalu.

Indra menambahkan ia punya ide yang baik mengenai kompetisi usia muda. Setiap tahunnya PSSI mengadakan kejuaraan usia muda. Misalnya di tahun ganjil diadakan kejuaraan di level provinsi, kemudian di tahun genapnya kejuaraan level nasional.

Dengan begitu Indonesia bisa menggali lebih banyak bakat. Karena menurut Indra, para pesepakbola berbakat itu justru lebih banyak tersebar di daerah-daerah.

"Kalau itu dilakukan, saya yakin itu 10 tahun lagi Indonesia nggak ada lawan," ucapnya optimis.

Namun hal tersebut tak gampang dilakukan karena PSSI tak cuma di pusat, tapi juga ada di tingkat provinsi.

Indra kemudian menceritakan pengalaman tak enaknya saat akan melakukan seleksi di salah satu provinsi. Kala itu ia seleksi dibatalkan karena ada gonjang-ganjing siapa yang akan menangani timnas U-19, antara Manuel Blanco atau dirinya.

"Harusnya siapapun pelatihnya kan nggak masalah. Nanti hasilnya bisa saya infokan ke pelatih. Eh ini loh ada pemain bagus," kisah Indra.

Indonesia saat ini perlu memanfaatkan momentum juara Piala AFF U-19. Berkat hal itu, kini pengurus PSSI, dikatakan Indra, memiliki banyak ide perbaikan.

Sudah saatnya kini tak lagi memandang lawan terlalu tinggi. Indra mencontohkan hasil imbang 0-0 timnas U-19 atas Uni Emirat Arab U-19 pada laga uji coba di Kualalumpur, Malaysia, 22 Agustus 2013. Hasil itu menunjukkan sudah bukan saatnya Indonesia merasa minder menghadapi tim asal Timur Tengah yang selama ini disegani bahkan ditakuti.

Dituturkan Indra, jika Indonesia berhasil lolos ke Piala Asia U-19 2011, jarak kualitas yang tertinggal 20 tahun dari tim besar Asia bisa menyempit.

"Pokoknya kalau scouting benar, pembinaan benar, main di lapangan juga benar, tinggal siul-siul kita," tutupnya lugas.