Panut Mulyono; Terpilih Jadi Rektor UGM 2017-2022

Panut Mulyono; Terpilih Jadi Rektor UGM 2017-2022

Yogyakarta, Kabarindo- Panut Mulyono terpilih sebagai Rektor Universitas Gadjah Mada Yogyakarta periode 2017-2022 melalui sidang pemungutan suara yang digelar oleh Majelis Wali Amanat di Balai Senat kampus itu, Senin.

"Pelantikan Rektor UGM 2017-2022 akan dilaksanakan pada bulan Mei depan," kata Ketua Panja Seleksi dan Pemilihan Rektor UGM, Indarto seusai proses pemungutan suara itu.

Ia mejelaskan Panut Mulyono yang merupakan Dekan Fakultas Teknik UGM terpilih sebagai rektor baru menggantikan Dwikorita Karnawati setelah berturut-turut mengungguli dua pesaing dalam perolehan suara dari pemungutan yang berlangsung dua putaran.

Hasil penghitungan suara putaran pertama Panut Mulyono memperoleh 11 suara, Ali Agus (Dekan Fakultas Peternakan) 7 suara dan Erwan Agus Purwanto (Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik) memperoleh 7 suara. Dengan hasil itu, maka dilanjutkan dengan memilih antara Ali Agus dengan Erwan yang hasilnya Ali unggul memperoleh 13 suara dan Erwan 12 suara.

Setelah dilakukan pemilihan akhir antara Panut dan Ali Agus, Panut unggul dengan perolehan 15 suara dan Ali Agus 10 suara.

Jumlah total suara para anggota MWA yang hadir adalah 25 suara. Perinciannya adalah suara anggota MWA non-Rektor dan non-Menristekdikti berjumlah 17 suara, sedangkan Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi berhak atas 9 suara. Hal ini sesuai dengan PP No. 67 tahun 2013 pasal 27 (8) tentang penetapan UGM sebagai Badan Hukum Milik Negara yang berbunyi Anggota MWA mempunyai hak suara yang sama kecuali dalam Pemilihan Rektor. Dalam pemilihan Rektor anggota dari unsur Menteri memiliki 35 persen hak suara dari semua hak suara.

"Ketentuan 35 persen suara untuk menteri menurut saya sudah sangat fair karena dalam pemilihan rektor di kampus swasta bahkan yayasan memiliki hak suara 100 persen," kata ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) Sofian Effendi yang hadir dalam acara itu.

Sofian berharap model pemilihan rektor yang telah berlangsung di UGM dapat menjadi standar atau contoh yang dapat diterapkan di PTN lainnya.

"UGM telah berhasil memilih rektor dengan semangat persaudaraan dan tanpa ribut-ribut," kata dia.

Sementara itu, Panut pada awal masa jabatannya berkomitmen melakukan pebenahan di internal kampus serta melanjutkan program yang telah dirintis rektor sebelumnya.

Sejumlah program yang dilanjutkan antara lain menyangkut hilirisasi hasil riset yang diharapkan mampu menghasilkan produk yang dibutuhkan masyarakat. Selain itu para dosen juga akan didorong agar lebih produktif melakulan penelitian serta menuliskannya di jurnal-jurnal internasional.

"Kalau sekarang targetnya UGM bisa masuk peringkat 500 besar kampus dunia, kami berharap bisa lebih baik dari 500 besar itu," kata Panut seperti dilansir dari laman antaranews.