OJK 2014; Siap Rilis Indeks Obligasi

OJK 2014; Siap Rilis Indeks Obligasi

Jakarta, Kabarindo-  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan pada awal Desember mendatang, pihaknya akan segera meluncurkan indeks obligasi (bond index) sebagai parameter perkembangan perdagangan surat utang dan sukuk.

"Bulan depan (Desember) awal kita akan keluarkan bond index. Itu pengaruhi kepercayaan dari investor," ujar Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal 1 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sardjito di 10th Annual Capital Market Outlook dengan tema ASEAN Integration 2015: Challenges & Opportunities, di Jakarta, Senin (17/11).

Bond Index yang berlaku untuk obligasi korporasi ini, diharapkannya bisa dijadikan benchmark oleh investor dalam keputusannya untuk membeli obligasi. Menurutnya, metodologi perhitungan dari bond index ini akan sama dengan Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA). Sebab, penilaian harga efek yang dilakukan IBPA selama ini sudah cukup representatif terhadap perdagangan pasar obligasi.

Sardjito mengatakan, pasar surat utang di Indonesia masih belum likuid. Untuk itu, peningkatan likuiditas di pasar surat utang adalah suatu keharusan. Salah satu caranya adalah dengan memberikan insentif perpajakan. "Kita sedang kaji dengan Dirjen Pajak dan Kepala Badan Kebijakan Fiskal. Kalaupun memang mau dipajakin, nanti akan dicari angka yang paling rasionalitas," katanya.

Sebelumnya, Presiden Direktur IBPA Ignatius Girendroheru mengatakan, bond index akan seperti Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencerminkan pergerakan harga pasar. Indeks obligasi akan menjadi acuan pelaku pasar, seperti manajer investasi (MI), perbankan ataupun regulator. Di samping itu, indeks obligasi juga akan menjadi acuan dalam penerbitan obligasi.

Selain menyediakan composite index untuk obligasi, IBPA juga berencana menerbitkan indeks untuk obligasi per sektor. Misalnya, bond index untuk perusahaan sektor multifinance, infrastruktur, ataupun obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan sektor lainnya. "Bisa juga dalam peringkat, ataupun indeks sukuk. Jadi variabelnya bisa banyak," tutur Ignatius.

Bond index, seperti diketahui akan menguntungkan investor karena lebih mencerminkan kondisi pasar yang sesungguhnya. Saat ini obligasi masih memakai sistem kuotasi dari investor dan trader. Selain itu, program OJK ini juga dalam rangka antisipasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang nantinya ada tim yang akan mengembangkan pasar surat utang dengan melihat penyesuaian di area regional seperti dilansir dari laman beritasatu.