Mendag Rachmat Gobel Penghujung Tahun; Penuhi Janji Kabinet Kerja

Mendag Rachmat Gobel Penghujung Tahun; Penuhi Janji Kabinet Kerja

Semarang, Kabarindo- Janji Kabinet Kerja merevitalisasi pasar rakyat terus dipenuhi oleh Menteri Perdagangan Rachmat Gobel.

Kali ini, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel meresmikan
Pasar Bulu, Semarang, Provinsi Jawa Tengah kemarin.

Dana yang digelontorkan untuk merevitalisasi pasar ini cukup fantastis, yakni sebesar Rp 64,22 miliar.

Kementerian Perdagangan menyumbang Rp 10 miliar melalui APBN Tugas Pembantuan Kementerian Perdagangan. Sisanya Rp 54,22 miliar disumbang oleh Provinsi Jawa Tengah melalui APBD.

Kolaborasi pendanaan ini mengubah pasar rakyat menjadi lebih nyaman dan diharapkan menjadi poros perdagangan rakyat di Kota Semarang.

Pasar Bulu merupakan pasar ke-2 yang diresmikan Menteri Perdagangan setelah sebelumnya Pasar Meruya Ilir, Provinsi DKI Jakarta yang diresmikan pada 25 November 2014.

“Kami berharap Pasar Bulu dapat memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Semarang dengan harga yang relatif lebih terjangkau. Stabilitas harga barang kebutuhan pokok masyarakat dapat terjaga, serta perputaran ekonomi masyarakat Semarang dapat lebih berkembang,” tegas Rachmat Gobel dalam peresmian Pasar Bulu, Semarang, Jawa Tengah.

Kementerian Perdagangan akan terus berkomitmen mempertahankan eksistensi dan daya saing
peran pasar rakyat melalui program revitalisasi. “Kami akan terus melakukan upaya mengubah
citra dan modernisasi pasar rakyat dari pasar yang kumuh, bau, becek, dan tidak tertib menjadi
pasar yang bersih, tertib, nyaman, dan sejuk,” tegas Rachmat Gobel.

Menurutnya, program revitalisasi ini tidak hanya membangun pasar secara fisik. Kemendag juga
melakukan pembinaan dan pendampingan. “Pembangunannya tidak hanya terhadap fisik, tetapi
juga pembinaan berupa pendampingan bagi manajemen pengelola pasar, dan meningkatkan pengetahuan bagi para pedagang, sehingga ke depan masyarakat akan kembali beralih ke pasar rakyat,” lanjut Mendag.

Mendag Rachmat menjelaskan program revitalisasi pasar rakyat ini juga ditujukan untuk mendorong percepatan pembangunan di daerah. “Pertumbuhan ekonomi di daerah akan memperkuat sektor perdagangan dan meningkatkan daya saing pasar domestik. Hal ini sangat
penting dalam menghadapi tantangan dan kompetisi global yang semakin ketat,” ujar Mendag.

Pada kesempatan yang sama, Mendag memberikan bantuan sarana usaha bagi Usaha Mikro, Kecil,
dan Menengah (UMKM) berupa alat mesin kemasan secara simbolis kepada Pemerintah Daerah
yang memiliki komitmen dalam melakukan pembinaan dan pemberdayaan UMKM di wilayahnya.

Daerah dimaksud yaitu Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi Banten, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Sumedang.

Bantuan dari Kemendag tersebut dimaksud adalah dalam rangka mendukung peningkatan kapasitas dan daya saing produk usaha UMKM, khususnya dalam pengembangan produk lokal dan produk potensial.
Diharapkan bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik oleh UMKM binaan Pemerintah Daerah setempat.

Lebih lanjut, Mendag berpesan pada masyarakat dan pengelola Pasar Bulu untuk menjaga dan memelihara pasar ini dengan baik. “Kami berharap Pasar Bulu ini dapat dikelola dan dipelihara dengan baik sehingga kegiatan usaha para pedagang dapat terus berkembang guna meningkatkan kesejahteran masyarakat khususnya di wilayah Semarang,” tegas Mendag.

Bagi Mendag, program revitalisasi pasar seperti ini sangat penting bagi perdagangan nasional. Perbaikan atau pembenahan pasar rakyat akan berfungsi sebagai sarana usaha bagi pedagang mikro kecil, memperlancar arus distribusi barang, sekaligus sebagai barometer monitoring harga dan ketersediaan barang secara nasional.

Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Semarang, Mendag Rachmat juga berkesempatan membuka Pasar Murah yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan PT. Sinar Mas, yang berlokasi di Kelurahan Panggung Kidul, Kecamatan Semarang Utara.
Dalam Pasar Murah tersebut, dijual produk minyak goreng PT. Sinar Mas dengan merek Filma seharga Rp 9.000 per liter dari harga normal Rp 15.000 per liter. Di samping itu, terdapat juga produk-produk ritel dari Giant, Carrefour, dan Indomaret yang dijual dengan harga di bawah harga pasar. Dalam Pasar Murah tersebut juga berpartisipasi UKM binaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Semarang yang tergabung dalam kelompok usaha bersama.

“Selama ini kegiatan sejenis telah dilaksanakan Kemendag di berbagai daerah dalam rangka membantu meringankan beban masyarakat melalui penyediaan barang kebutuhan pokok sehari-hari dengan harga murah,” tegas Mendag.