Membaca Bersama; Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas Awal

Membaca Bersama; Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas Awal

Surabaya, Kabarindo- Membaca bersama merupakan proses pembelajaran yang penting untuk menunjukkan dan mendukung pembelajaran membaca.

Dalam membaca bersama, siswa melihat teks, mengamati guru yang membaca dengan fasih dan ekspresif serta diajak membaca bersama. Big book mengajarkan siswa tentang manfaat suatu buku cetak karena siswa-siswa akan dapat melihat, bereaksi dan membaca teks, sementara guru membacanya.

Guru tidak hanya membuat bacaan tersebut terlihat jelas bagi siswa, namun juga memberikan dukungan agar siswa dapat membacanya. Membaca bersama sangat bermanfaat karena dapat mempererat hubungan antara siswa dan guru. Penelitian menunjukkan bahwa membaca bersama dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa terutama di kelas awal (kelas 1, 2 dan 3 SD/MI).

Membaca bersama berhubungan dengan membaca terbimbing karena mempraktikkan strategi yang digunakan di kegiatan Membaca Terbimbing. Beberapa penelitian menunjukkan keberhasilan Membaca Bersama di kelas 2 dapat meningkatkan keterampilan membaca. Setelah 4 bulan, siswa yang memiliki pengalaman membaca bersama di dalam kelas memiliki kemampuan menganalisa dan memahami materi lebih baik dan kelancaran dalam kelompok meningkat.

Untuk itu, USAID PRIORITAS telah mengembangkan Modul III dimana di dalamnya berisi tentang kegiatan “Membaca Bersama.” Materi di Modul III ini dilatihkan pada fasilitator daerah pada kegiatan Pelatihan Pelatih Tingkat Provinsi untuk Pembelajaran SD/MI Modul III yang diikuti 7 kabupaten dan kota yaitu Kab. Sampang, Kab.Bangkalan, Kota Mojokerto, Kab. Mojokerto, Kab. Situbondo, Kab Blitar dan Kab. Pamekasan. Ditambah peserta dosen dari UM, UINSA dan LPMP.

Pelatihan ini diikuti oleh 94 peserta yang merupakan fasilitator terbaik di kabupaten/kota masing-masing. Nantinya materi pelatihan yang sudah diperoleh selama 4 hari (7-11 September 2015) di Malang wajib diterapkan dalam pelatihan sekolah yang diselenggarakan di setiap kabupaten/kota mitra. Seluruh peserta wajib mempraktikkan ilmu yang sudah didapat dalam kegiatan Praktik Mengajar di 5 sekolah mitra LPTK UM yang merupakan mitra USAID PRIORITAS yaitu di SDN Percobaan 2, SDN Bareng 3, SDN Pisang Candi 1, SDN Penanggungan dan SDN Sumbersari 3.

“Kami melatih para guru kelas awal agar mereka mampu meningkatkan ketrampilan membaca anak melalui kegiatan membaca bersama,” ujar Silvana Erlina, Koordinator USAID PRIORITAS Jatim, dalam rilis yang diterima pada Rabu (9/9/2015) malam.
 
Selain Materi tentang Membaca Bersama, diberikan juga materi tentang Membaca Terbimbing yang memberikan informasi mengenai kemajuan dan perkembangan kemampuan membaca siswa.

Menurut Silvana, Membaca Terbimbing membantu siswa yang belum sepenuhnya lancar membaca, terutama untuk siswa kelas I. Guru akan memandu siswa menceritakan kembali isi buku yang dibaca.

Tujuan utama memandu cerita adalah menempatkan siswa pada cerita yang dianggap sesuai dengan kemampuannya. Bagi pembaca pemula, teks hendaknya memiliki bahasa yang sederhana dengan kalimat-kalimat sederhana dan singkat. Sementara untuk pembaca tingkat selanjutnya, kesulitan teks hendaknya ditingkatkan serta memiliki kalimat dan paragraf yang lebih banyak dan lebih panjang.

Unsur lain dari tingkat kesulitan teks adalah konten/isi. Konten harus mencerminkan dunia siswa dan bukan konsep di luar jangkauan pemikiran mereka. Saat tingkat kesulitan meningkat, konten dapat menjadi lebih abstrak. Karena itu, cerita-cerita sederhana yang telah disetarakan dapat berfungsi sebagai jembatan ke bacaan yang lebih kompleks dan lebih kaya. Saat siswa dapat membaca cerita yang sederhana, rasa percaya diri dan minat baca mereka berkembang.

“Setelah siswa belajar tentang hubungan antara bunyi dan simbol, belajar membaca gabungan konsonan/vokal dan suku kata, mereka dapat diberikan alur cerita, kosa kata dan struktur kalimat yang semakin sulit dan kompleks,” ujar Silvana.