Mahasiswa Yogyakarta; Ciptakan Pewarna Batik Alami

Mahasiswa Yogyakarta; Ciptakan Pewarna Batik Alami

Yogyakarta, Kabarindo- Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta menciptakan pewarna batik yang terbuat dari perpaduan daun jati dan getah pisang yang diberi nama Pewarna Alami Industri Batik Indigo.

"Pewarna alternatif tersebut lebih efisien dan dapat mengikat warna dengan lebih baik," kata koordinator tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Muhammad Ahsan di Yogyakarta, akhir pekan lalu.

Menurut dia, pewarna itu telah diuji coba pada salah satu produsen batik di Wijirejo, Pandak, Bantul. Pewarna tersebut mendapatkan respons positif dari produsen batik karena cepat melekat.

"Jika pewarna yang biasa mereka gunakan harus mencelupkan kain sampai 30 kali, dengan pewarna dari daun jati dan getah pisang itu cukup tiga kali saja," katanya.

Ia mengatakan Wijirejo sengaja dipilih karena daerah itu memang salah satu sentra produksi batik dan banyak ditumbuhi jati yang menjadi bahan baku utama pewarna tersebut.

Namun demikian, daun jati yang banyak ditemui di daerah tersebut tidak dilirik produsen. Padahal, pewarna dengan bahan dasar daun jati dan getah pisang tersebut dapat menghasilkan 3-4 liter pewarna hanya dengan 0,5 kg daun jati.

"Daun jati jarang dilirik, dianggap tidak kuat, tetapi dengan inovasi yang kami ciptakan menggunakan getah pisang menghasilkan perekatan yang baik," katanya.

Menurut dia, pewarna itu telah melewati proses penelitian selama empat bulan hingga dapat digunakan. Tim sudah melakukan penelitian dan "trial and error" selama empat bulan.

"Namun, ada rahasia pengolahannya yang kami dapat dari 'trial and error' yang kami lakukan. Produk dengan nama Pewarna Alami Industri Batik Indigo (PAIBI) itu sedang kami patenkan," katanya seperti dilansir dari laman beritasatu.

Anggota tim mahasiswa UMY yang menciptakan pewarna batik dari perpaduan daun jati dan getah pisang itu adalah Arif Azfitrah dan Aras Haris Barnas.