Lippo Karawaci; Cetak Laba Rp 1,23 Triliun

Lippo Karawaci; Cetak Laba Rp 1,23 Triliun

Jakarta, Kabarindo– PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatat kenaikan laba bersih sebesar 16% pada 2013, dari Rp 1 triliun pada 2012 menjadi Rp 1,23 triliun.

Sementara, pendapatan sepanjang tahun lalu tercatat sebesar Rp 6,6 triliun, meningkat 8% dibandingkan tahun sebelumnya yakni Rp 6,1 triliun.

Direktur Lippo Karawaci Jenny Kuistono menjelaskan, pendapatan Divisi Large Scale Integrated tercatat naik 7% selama 2913, dari Rp 1 triliun pada 2012 menjadi Rp 1,1 triliun.

“Penjualan proyek-proyek seperti Kemang Village dan St Moritz tetap tinggi sepanjang tahun lalu,” kata Jenny dalam keterangan resmi yang diterima Beritasatu.com, Jumat (28/3).

Sementara itu, divisi Healthcare melaporkan lonjakan pendapatan operasional kotor (gross operating revenue/GOR) sebesar 40% menjadi Rp 2,5 triliun. Pendaftaran pasien rawat inap meningkat 40% dan kunjungan rawat jalan meningkat 26%.

Lebih jauh, Jenny mengungkapkan, pendapatan divisi komersial perseroan meningkat 23% menjadi Rp 576 miliar. “Hal itu ditopang oleh peningkatan pendapatan mall sebesar 40% dan hotel sebesar 16%,” ujar dia.

Adapun bisnis aset manajemen Lippo Karawaci tercatat tumbuh sebesar 16%, dari Rp 500 miliar pada 2012 menjadi Rp 580 miliar pada 2013.

Selama periode Januari – Desember 2013, pendapatan berulang (recurring income) Lippo Karawaci tumbuh sebesar 33% menjadi Rp 3,6 triliun. Jumlah itu setara 55% dari total pendapatan perseroan tahun lalu.

Lippo Karawaci adalah perusahaan properti terbuka yang terbesar di Indonesia berdasarkan jumlah aset dan pendapatan. Perseroan tercatat memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$ 2,3 miliar atau setara Rp 26 triliun pada 25 Maret 2014 seperti dilansir dari laman beritasatu.