Lima Perusahaan; Dalam Proses IPO

Lima Perusahaan; Dalam Proses IPO

Jakarta, Kabarindo- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, sebanyak lima perusahaan sedang dalam proses pelaksanaan penawaran umum saham perdana (initial public offerring/IPO) dari sektor perbankan dan jasa.

"Lima perusahaan yang dalam proses, sektornya ada dari perbankan dan jasa," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Nurhaida, di sela silaturahmi Lebaran OJK di Jakarta, Senin seperti dilansir dari laman antaranews.

Ia mengemukakan, dalam ketentuan terkait IPO disebutkan, dalam 45 hari kerja setelah diterimanya Pernyataan Pendaftaran secara lengkap, maka OJK akan mengeluarkan Pernyataan Efektif IPO.

"Jika pengajuan IPO dilakukan pada Juli dan jika prosesnya lancar maka diperkirakan pada Agustus atau September sudah bisa dikeluarkan izin efektif," ujar dia.

Nurhaida mengharapkan perusahaan Indonesia untuk masuk ke pasar modal terutama BUMN sehingga dapat ikut mendorong nilai kapitalisasi Bursa Efek Indonesia.

"Sebagai regulator, tentunya kita menghimbau dan mengharapkan perusahaan masuk ke pasar modal, utamanya BUMN, karena biasanya BUMN nilai kapitalisasinya besar, peminatnya banyak. Asumsi masyarakat dan kenyataannya BUMN memang perusahaan yang dianggap lebih aman dan blue chip," kata dia.

Ia juga mengatakan OJK beberapa kali telah melakukan diskusi mendapam terfokus dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia mengundang 100 perusahaan yang memiliki potensi untuk go public.

"Kami undang perusahaan yang cukup besar untuk kami jelaskan langkah-langkah IPO-nya dan kami jelaskan juga yang sudah masuk pasar modal," ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Nurhaida mengakui pemahaman masyarakat Indonesia tentang industri pasar modal masih minim bila dibandingkan industri keuangan lainnya.

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas, Abiprayadi Riyanto mengatakan bahwa pada semester kedua tahun ini pihaknya akan menangani empat perusahaan untuk melakukan IPO senilai Rp3,5 triliun.

"Perusahaan yang akan IPO ada empat, total nilainya sebesar Rp3,5 triliun, dengan memakai buku Juni. Sektornya ada dari konsumer, komuditi, jasa keuangan, dan transportasi," ujar dia seperti dilansir dari laman antaranews.