Lactogen 3; Ajak Menjadi Ayah Hebat Bagi Si Kecil

Lactogen 3; Ajak Menjadi Ayah Hebat Bagi Si Kecil

Surabaya, Kabarindo- Masih banyak keluarga yang memisahkan peran antara ayah dan ibu. Ayah cenderung menjadi pencari nafkah dan pemimpin rumah tangga, sedangkan si ibu hanya di rumah mengasuh anak.

Padahal penelitian yang dilakukan oleh University of Guelph Canada pada 2007 menunjukkan kuatnya pengaruh keterlibatan ayah dalam pengasuhan terhadap perkembangan anak secara sosial, emosi, fisik dan kognitif.

Penelitian berjudul The Effects of Father Involvement An Updated Research Summary of the Evidence memaparkan dampak positif keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak. Mereka yang diasuh ayah sejak dini memiliki kemampuan kognitif lebih baik ketika memasuki usia 6 bulan hingga satu tahun, punya IQ lebih tinggi ketika menginjak usia 3 tahun dan berkembang menjadi individu yang mampu memecahkan masalah dengan lebih baik.

Hal ini melatarbelakangi Nestle Lactogen 3 ActivGo menggelar Happy Date with Legendaddy, taman bermain bertema pantai di atrium TP 3 Surabaya, pada Sabtu-Minggu, 24-25 Oktober 2015, untuk mengajak para ayah menghabiskan lebih banyak waktu berkualitas bersama anak.

Pada kesempatan tersebut diadakan bincang-bincang dengan topik “Menjadi Ayah Hebat Bagi si Kecil” yang menghadirkan aktor Oka Antara.

Nur Shilla Christianto, Head of Corporate Communication Nestle Indonesia, mengatakan acara tersebut juga telah diadakan di Jakarta dan Medan pada Juni dan awal Oktober lalu yang menarik 26.400 pengunjung. Acara serupa akan berlanjut di Makassar pada 31 Oktober-31 November.

“Banyaknya pengunjung menunjukkan masyarakat mulai memahami pentingnya peran ayah dalam pengasuhan anak,” ujarnya.

Dosen dan psikolog dari UI, Rini Hidayani, M.Si., mengatakan ada beberapa faktor yang mendukung peran ayah dalam pengasuhan, diantaranya dukungan dari lingkungan sekitar serta pengetahuan dan ketrampilan ayah soal pengasuhan anak. Sayangnya, masih ada ibu yang belum bisa memberikan kepercayaan kepada ayah, sehingga mereka tak terpacu untuk terlibat dalam pengasuhan anak.

Oka, ayah dua putra dan satu putri yang berusia 6 tahun, 4 tahun dan hampir 3 tahun, mengatakan ia berusaha selalu terlibat dalam pengasuhan anak agar tahu perkembangan mereka. Misalnya mengajak jalan-jalan dan bermain jika tidak sedang syuting serta menemani belajar.

Ia mengakui, jam kerja yang tak menentu kadang membuatnya harus pintar mencari waktu untuk bersama ketiga buah hatinya. Karena itu, kadang ia membawa mereka ke lokasi syuting agar bisa melihat pekerjaan si ayah sekaligus bisa menghabiskan waktu lebih banyak.

Rini membenarkan, keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dapat membangun ikatan emosi diantara mereka maupun dengan istri. Suami-istri yang memiliki ikatan emosi kuat dapat menjalin komunikasi yang lebih terbuka, sehingga mampu memberikan perhatian optimal kepada anak.

Ia menekankan 3 hal penting agar suami-istri dapat berbagi peran yang seimbang dalam mengasuh anak yaitu komunikasi, saling mendukung dan komitmen. Suami-istri harus sepakat mengenai pola pengasuhan yang seimbang. Perasaan aman dan nyaman dalam diri anak hanya bisa terbentuk dalam pengasuhan orang tua yang saling mendukung. Di tengah kesibukan masing-masing, orang tua juga harus saling mengingatkan agar komunikasi dan saling mendukung harus dilakukan secara konsisten.