Burger Menu
Logo

KABAR BAIK MENCERAHKAN

Beranda > Hiburan > Kembalinya Wisman Ke Indonesia; Capai 60 Persen

Kembalinya Wisman Ke Indonesia; Capai 60 Persen

Hiburan | Senin, 25 November 2013 | 10:00 WIB
Oleh : admin

BAGIKAN :
Kembalinya Wisman Ke Indonesia; Capai 60 Persen

Jakarta, Kabarindo- Ada hal yang menarik bahwa wisman yang berminat diving akan mendatangi spot-spot diving lain yang tersebar di sejumlah daerah di Indonesia.

Kalau tahun ini mereka menyelam di Wakatobi, tahun berikutnya ke Takabone Rate, Raja Ampat, Bunaken, Perairan Pulau Komodo, dan lainnya.

Wisman yang kembali berwisata ke Indonesia untuk berbelanja dan berwisata kuliner juga banyak. Wisman terutama negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura kalau balik ke Indonesia pasti berbelanja dan berwisata kuliner ke kota-kota tertentu seperti Jakarta, Bandung, Medan, dan lainnya.

Bisa diprediksi secara nominal jumlah repeat travellers ke Indonesia bakal meningkat tahun depan. Terutama dari Eropa, Australia, Jepang, dan Tiongkok. Mereka adalah wisman yang hanya berminat khusus pada satu kegiatan tertentu misalnya diving, belanja, surfing, dan termasuk menikmati spa.

Hal itu dipapar oleh Novie, salah satu pendorong wisman kembali berwisata ke Indonesia lantaran Indonesia memiliki destinasi yang kaya dan beragam. “Kuliner yang bermacam ditambah banyaknya restoran yang menyajikan makanan lezat yang menyebar di penjuru Nusantara, pun mampu mendorong wisman untuk kembali berwisata ke Indonesia,” ungkapnya.

Tingkatkan Pelayanan
Untuk itu, perlu untuk membuat Standar Layanan Komunikasi dan Informasi Kehumasan sebagai panduan pelaksanaan layanan komunikasi dan informasi kehumasan. Dengan workshop yang diselenggarakan di Lembang, Jawa Barat ini diharapkan dapat meningkatkan pelayanan komunikasi dan informasi kehumasan, Puskompublik lebih efisien dan efektif.

Kepala Bidang Informasi Publik, Puskompublik, Glory Hastanto menejlaskan bahwa workshop ini bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan informasi kehumasan baik untuk kebutuhan internal maupun eksternal.

Selain Novie, workshop yang diikuti 30 peserta antara lain sejumah kepala dinas pariwisata daerah, akademisi, praktisi, dan media, juga menghadirkan beberapa nara sumber berkompeten seperti Ossie Himawan selaku Praktisi Public Relation (PR) Hotel dan PHRI.

Selain itu ada juga Aang Koswara (Dosen Jurusan Ilmu Hubungan masyarakat, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran), Adi Mulyanto (Dosen Pascasarjana Teknik Informatika, Institut Teknologi Bandung), dan Dadang Djatmika selaku Kepala Bagian Kerjasama Regional ASEAN, Biro Kerjasama Luar Negeri Kemenparekraf.

Adi Mulyanto mengatakan banyak keunggulan dalam penerapan Information Communications Technology (ICT) untuk penyelenggaraan pelayanan publik antara lain memudahkan koordinasi internal antar-Direktorat Jenderal, dan dapat memperbaiki pelayanan kepada masyarakat, termasuk penyelenggaraan perizinan online dan keterbukaan informasi public. “Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) ini juga dapat mencegah korupsi,” jelasnya.

”Guna mewujudkan good public covernance dengan ICT harus punya visi dan komitmen pimpinan yang kuat. “Selain itu harus fokus pada tujuan atau prioritas program, pengembangan dan operasi yang menyeluruh serta konsisten dan berkesinambungan,” tutup dia seperti dilansir dari laman beritasatu.


TAGS :
RELATED POSTS


Home Icon


KATEGORI



SOCIAL MEDIA & NETWORK

Kabarindo Twitter Kabarindo Instagram Kabarindo RSS

SUBSCRIBE & NEWSLETTER