Jepang Bantu Hibah; Sekitar Rp.3 Miliar

Jepang Bantu Hibah; Sekitar Rp.3 Miliar

Surabaya, Kabarindo- Pemerintah Jepang melalui Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya telah menandatangani kontrak bantuan hibah di bidang keamanan manusia tahun anggaran 2016 (pelaksanaan 2017) dengan total dana sekitar Rp. 3 Milyar untuk 4 proyek di Kabupaten Tuban, Kabupaten Malang, Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Sampang.
 
Bantuan tersebut untuk proyek rehabilitasi gedung MTs Al-Hidayah, Tuban, proyek rehabilitasi ruang kelas MTs Nurul Huda 1 Malang, proyek peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak di Kecamatan Paron, Ngawi, serta proyek pembangunan gedung MTs At-Tohiriyah di Pulau Mandangin, Sampang.
 
Konsul Jenderal Jepang di Surabaya, Yoshiharu Kato, mengatakan bantuan tersebut menunjukkan komitmen pemerintah Jepang untuk terus berkontribusi di bidang keamanan manusia, khususnya di Jawa Timur.
 
“Bantuan hibah di bidang kemanusiaan tingkat akar-rumput atau grassroot ini berasal dari pajak rakyat Jepang. Perhatian masyarakat Jepang terhadap penggunaan dana ini sangat besar. Karena itu, lembaga penerima diimbau untuk menggunakan dana ini sebaik mungkin agar proyek dapat berjalan lancar,” ujarnya akhir pekan ini.
 
Proyek rehabilitasi gedung Madrasah Tsanawiyah di Tuban mendapat dana sekitar Rp.725 juta. Sekolah ini berada di Desa Kesamben, Kecamatan Plumpang, Tuban. Sekolah memiliki lebih dari 100 murid dan beberapa kelas yang dipakai bergantian. Pada proyek ini akan dibangun 4 ruang kelas baru dan 1 kelas rehabilitasi, 2 unit toilet serta pengadaan perabotan untuk mendukung lingkungan belajar yang lebih baik bagi siswa.
 
Dana untuk proyek rehabilitasi ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda 1 Kedungkandang di Malang sekitar Rp.842 juta untuk merenovasi 4 kelas, 1 ruang serba guna serta menambah 4 unit toilet. Dengan jumlah siswa yang bertambah setiap tahun, diharapkan fasilitas tersebut dapat memperbaiki kualitas pendidikan.
 
Proyek peningkatan pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui penyediaan sarana dan prasarana poliklinik kesehatan di Desa Babadan, Kecamatan Paron, Ngawi, mendapat dana sekitar Rp.978 juta. Desa Babadan merupakan salah satu desa berpenduduk terbanyak di Ngawi, namun hanya memiliki 1 ponkesdes yang tidak layak untuk melayani tindakan medis. Banyak penduduk, terutama ibu hamil dan balita, yang kurang mendapat pengarahan mengenai gizi. Pemerintah Jepang akan membangun 1 fasilitas ponkesdes, menyediakan peralatan pendukung tindakan medis dan pelatihan pengkaderan ibu-ibu posyandu di Babadan.
 
Sedangkan dana untuk pembangunan gedung Madrasah Tsanawiyah di Sampang sekitar Rp.779 juta. Madrasah ini terletak di Pulau Mandangin, sekitar 10 kilometer dari Madura dan berpenduduk sekitar 10 ribu jiwa. Untuk meningkatkan fasilitas pembelajaran di Mandangin, pemerintah Jepang akan memperkuat 3 ruang kelas, menambah 3 ruang kelas baru, membangun 2 unit toilet serta alat-alat belajar mengajar seperti meja, kursi dan lemari siswa.