Jajaran Pohon Trembesi; Bakal Teduhi 1.350 Kilometer Merak-Banyuwangi

Jajaran Pohon Trembesi; Bakal Teduhi 1.350 Kilometer Merak-Banyuwangi

Surabaya, Kabarindo- Djarum Foundation melalui Djarum Trees For Life (DTFL) melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) “Menanam Trembesi 1.350 Kilometer Merak-Banyuwangi”.
 
Vice President Djarum Foundation, FX Supanji, mengatakan progam tersebut dilaksanakan sejak 2010 yang akan berlanjut sehingga pada 2015 akan tumbuh pohon-pohon trembesi di sepanjang jalur pantai utara (pantura) Jawa mulai dari Merak, Banteng hingga Banyuwangi.
 
Pada November ini, program tersebut sampai di Surabaya. Seremonial penananam dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (15/11/2014) di Taman Bulak bersama Walikota Surabaya, Tri Rismaharini.
 
Pada Kamis (13/11) kemarin juga diadakan kegiatan edukasi lingkungan terkait pohon trembesi di Taman Flora (Kebun Bibit) Surabaya. Kegiatan diisi beberapa acara diantaranya talkshow bertajuk “Menjaga Keseimbangan Alam dengan Trembesi” dengan narasumber antara lain FX Supanji dan Endes N.Dachlan, dosen Fakultas Kehutanan dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
 
Ada pula aktivitas praktek menanam trembesi, berfoto ala Perawat Trembesi dengan latar belakang trembesi, Dance ala Perawat Trembesi, bermain big puzzle trembesi dan suguhan Diorama Trembesi.
 
Pohon trembesi dengan nama latin Samanea Saman atau Albizia Saman merupakan salah satu spesies tumbuhan hutan yang dapat hidup 100 tahun. Dikenal sebagai tanaman raksasa yang bisa menjadi tempat berlindung satwa. Trembesi juga dapat menyimpan air, menjaga kesuburan tanah serta dapat menurunkan suhu antara 3-4 derajat Celcius.
 
Sayangnya, keberadaan trembesi di Indonesia kini semakin langka karena hutan sebagai habitatnya terus menipis. Berangkat dari keprihatinan ini, DTFL berinisiatif menanam trembesi di kedua sisi sepanjang jalan Merak-Banyuwangi.
 
Endes mengatakan, penanaman trembesi merupakan terobosan guna mengurangi dampak polusi dan pemanasan global karena memiliki daya serap gas CO2 yang tinggi. Dengan diameter tajuk sepanjang 15 meter, sebatang pohon trembesi mampu menyerap 28,5 ton gas CO2 setiap tahun.
 
Supanji menjelaskan, penanaman trembesi dilakukan dalam jarak 15 meter antara satu pohon dengan yang lain. Setelah ditanam, tetap dilakukan perawatan dan pengawasan terhadap semua pohon minimal selama 3 tahun saat trembesi mulai tumbuh besar dan kuat.
 
Sayangnya program tersebut kadang mengalami kendala misalnya kurangnya kesadaran masyarakat yang merusak bahkan membakar pohon yang baru tumbuh kecil. Ada pula pengendara yang melindas atau menabrak pohon sehingga tumbang. Bisa pula pohon yang masih kecil dimakan ternak sehingga harus diganti. Karena itu, pengawasan juga dilakukan bekerja sama dengan pemda setempat.
 
“Kami berupaya mengganti dengan yang baru jika ada trembesi yang rusak, tumbang atau mati. Untuk itu, kami mengimbau masyarakat agar ikut menjaga dan merawat pohon-pohon yang sudah ditanam demi kepentingan dan manfaat bersama,” ujar Supanji.