Indosat Ooredoo Tumbuh Signifikan; Catat Double Digit Untuk Layanan Selular

Indosat Ooredoo Tumbuh Signifikan; Catat Double Digit Untuk Layanan Selular

Surabaya, Kabarindo- Indosat Ooredoo mencatat pertumbuhan tahunan double digit untuk bisnis selularnya pada kuartal III/ 2016 sebesar 11,9%.

Rilis yang diterima dari Indosat Ooredoo pada Rabu (23/11/2016), menyebutkan pertumbuhan tersebut terutama didukung oleh peningkatan pendapatan data, telepon, SMS dan VAS.

Indosat Ooredoo juga mencatat pencapaian jumlah pelanggan sebanyak 81,6 juta, naik 12,6 juta dibandingkan periode yang sama pada 2015. Peningkatan ini merupakan hasil dari penawaran-penawaran menarik yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan dalam menggunakan data, telepon, SMS dan VAS.

Penambahan pelanggan terutama berasal dari pengguna data yang mendorong pertumbuhan trafik data sebesar 114,2% dan pertumbuhan pendapatan data sebesar 52,2% dibandingkan periode yang sama pada 2015.

Sedangkan untuk pendapatan data tetap (MIDI), perusahaan mencatat peningkatan sebesar 6,7% dibandingkan periode yang sama pada 2015, berkat pertumbuhan bisnis layanan IT yang dikontribusi dari Lintasarta.

Di sisi lain, pendapatan Telepon Tetap (Telekomunikasi Tetap) turun 16,9% dibandingkan periode yang sama pada 2015. Hal ini disebabkan turunnya trafik dan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.

Perusahaan juga berhasil mencatat pertumbuhan untuk pendapatan sebesar 9,9% dibandingkan periode yang sama pada 2015, dengan membukukan pendapatan konsolidasian Rp.21,5 triliun selama Januari-September 2016. EBITDA tumbuh 10,5% menjadi Rp.9,5 triliun, naik dari Rp.8,6 triliun pada periode yang sama pada 2015. Sedangkan marjin EBITDA sebesar 44,0%.

Beban mengalami peningkatan sebesar 5,5% menjadi Rp.18,7 triliun dari Rp.17,7 triliun pada periode yang sama pada 2015. Pendapatan selular, data tetap (MIDI) dan telepon tetap masing-masing memberikan kontribusi sebesar 83%, 14% dan 3% terhadap pendapatan konsolidasian perusahaan.

Perusahaan juga terus mengembangkan jaringan secara nasional dengan menambah 7.851 BTS, 96% diantaranya merupakan BTS 3G dan 4G demi menunjang pertumbuhan dalam bisnis data.

Hingga September 2016, porsi hutang telah berkurang secara signifikan dari 505,6 juta dollar AS pada September 2015 menjadi 186,4 juta dollar atau 12,0% dari total hutang. Penurunan porsi hutang sebesar 63,1% ini sesuai dengan rencana Indosat Ooredoo untuk mengurangi pengaruh fluktuasi mata uang terhadap laba/rugi bersih perusahaan.

Dampaknya mulai terlihat ketika Indosat Ooredoo menghasilkan laba bersih sebesar Rp. 845,4 miliar dalam periode hingga September 2016. Hutang dari pinjaman bank dan obligasi turun 12,0% dibandingkan pada tahun lalu, mewakili penurunan hutang beredar sebesar Rp. 2,7 triliun dibandingkan periode yang sama pada 2015.

Upaya perusahaan dalam mengurangi porsi hutang dollar dan mengurangi tingkat hutang akan berlanjut sepanjang sisa 2016.