Indonesia Untuk Perubahan Iklim; Butuh Teknologi Antariksa

Indonesia Untuk Perubahan Iklim; Butuh Teknologi Antariksa

Jakarta, Kabarindo- Lapan dan Badan PBB yang mengurusi keantariksaan (United Nations Office for Outer Space Affairs/ UNOOSA) telah menyelenggarakan United Nations/Indonesia International Conference on Integrated Space Technology Applications to Climate Change (Konferensi Internasional tentang Aplikasi Teknologi Antariksa untuk Perubahan Iklim). Konferensi berlangsung beberapa waktu lalu di Hotel Borobudur, Jalan Lapangan Banteng Selatan, Jakarta.

Konferensi tersebut menyepakati bahwa perubahan iklim terjadi di berbagai wilayah di dunia. Bentuk perubahan iklim tersebut berbeda setiap daerah misalnya terjadinya kenaikan permukaan air laut, peningkatan frekuensi bencana hydrometeorology yang memicu kekeringan, banjir, dan tanah longsor. Kondisi tersebut pastinya akan berpengaruh pada sektor pembangunan seperti pertanian, kesehatan, energi, serta wilayah perkotaan dan pedesaan.

Pemanfaatan teknologi antariksa ternyata dapat membantu dalam memahami perubahan iklim dan dampaknya. Dengan demikian, dapat dilakukan mitigasi dan adaptasi. Citra satelit penginderaan jauh dapat digunakan untuk melacak wilayah-wilayah yang terkena dampak perubahan iklim. Data tersebut kemudian digunakan untuk memonitor dan menghitung kerentanan suatu wilayah terhadap perubahan iklim.

Dari hasil diskusi konferensi tersebut terungkap bahwa perubahan iklim mempengaruhi monsoon (perubahan arah angin) di Asia dan lingkungan. Untuk itu, diperlukan berbagai metode untuk menghitung kemungkinan dampak-dampak tersebut .

Penanggulangan dampak perubahan iklim memerlukan pendekatan regional dan dukungan berbagai pihak. Mengingat manfaat yang besar dari data berbasis teknologi antariksa, maka forum ini menyatakan pentingnya untuk mempromosikan penggunaan data tersebut ke berbagai pihak seperti pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat. Dengan demikian, para stakeholders ini dapat sangat terbantu dalam melakukan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.