Indonesia Punya Social House (SoHo); Awesome.....!

Indonesia Punya Social House (SoHo); Awesome.....!

Jakarta, Kabarindo- Bukan rahasia lagi orang Indonesia senang kumpul-kumpul.

Sebelum era sosial media muncul, anak muda kumpul melalui Karang Taruna, Paguyuban ataupun kelompok yang berdasarkan kesamaan agama seperti Remaja Masjid dan  Perkumpulan Remaja Gereja.

Kini, banyak kaum muda yang membentuk kelompok atau klub dengan memanfaatkan sosial media. Motifnya beragam, ada yang karena memiliki hobi yang sama, berada di area tempat tinggal yang sama, atau bahkan berasal dari daerah yang sama. Komunitas-komunitas ini tentunya menjadi aktivitas positif terutama untuk anak muda. Bukan hanya untuk sekedar ngobrol, tapi juga untuk mengembangkan minat, menambah jaringan, sampai membuat penggalangan aksi sosial menjadi lebih mudah.

Social House (SoHo), komunitas yang awalnya hanya terbentuk di fasilitas club salah satu aplikasi chatting BeeTalk untuk mengobrol, kini sudah melakukan aktifitas nyata. SoHo saat ini sudah memiliki lebih dari 100 orang anggota yang semuanya aktif.

“Sebenarnya, tujuan terbentuknya SoHo (Social House) ini adalah sebagai rumah untuk kita (anggota) yang masing-masing punya kehidupan pribadi dan dengan latar belakang yang berbeda-beda. Saya membuat SoHo ini bertujuan agar setiap orang yang punya masalah dan tidak punya waktu untuk bersosialisasi, bisa menghilangkan stress, bercanda dan berkenalan antara satu sama lain. Jadi SoHo memang rumah untuk bersosialisasi”, ujar Stevanus sebagai pencetus SoHo.

Begitu banyak orang yang ingin bergabung, hingga club yang baru terbentuk 3 bulan ini telah berkembang menjadi 2 club, SoHo dan SoHo II. Menurut Stevanus hal ini karena mudahnya orang mencari komunitas yang sesuai dengan minat. Bahkan aplikasinya ikut merekomendasikan club bagi pengguna. Saking aktifnya, Club ini telah melakukan kegiatan aksi sosial dengan berbagi kebahagiaan bersama anak-anak di Panti Asuhan. Ke depannya SoHo direncanakan akan serius ke arah bisnis.

“Ke depannya, saya berencana untuk mempererat kebersamaan anggota satu sama lain. Tidak hanya dengan berbagi ke beberapa panti asuhan di luar, namun juga dengan membangun satu badan usaha bersama untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari chatting, yaitu membuat “SoHo Realty” di bidang broker property. Jadi ada keseimbangan antara berbagi dan mendapat penghasilan”, papar Stevanus dengan semangat.

Tentunya komunitas SoHo ini adalah salah satu bentuk dari sekian banyak komunitas yang melakukan aktivitas yang positif dan membangun. Di era internet, terutama sosial media anak muda dapat dengan mudahnya mencari komunitas yang diinginkan. Bukan hanya untuk mengobrol atau berbagi informasi, sosial media memudahkan bagi negara untuk memaksimaslkan potensi anak bangsa melalui pemetaan minat dan bakat.

Dengan melakukan pendekatan dan pengarahan ke arah yang positif, penciptaan Sumber Daya Manusia yang berkualitas untuk memperkuat daya saing bangsa akan lebih mudah tercapai.