Indonesia Peringati Hari Pekerjaan Sosial Sedunia; Its Social Work Day

Indonesia Peringati Hari Pekerjaan Sosial Sedunia; Its Social Work Day

Ruang Serbaguna Aneka Bakti Kemsos, Jakarta Pusat, Kabarindo- Indonesia peringati Social Work Day 2015.

Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia- IPSPI menggandeng Kemsos RI menggelar Seminar Internasional dalam rangka memperingati Hari Pekerjaan Sosial Sedunia.

Bertajuk, "Kesiapan, Peluang & Tantangan Pekerja Sosial dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015,".

Dihadiri oleh Drs. Toto  Utomo Budi Santosa selaku President of Indonesia Social Work Consortium bersama dengan Toto Restuanto Sembodo- IPSPI dan yang mewakili Mensos Khofifah karena di saat yang sama ke Istana Negara bertemu dengan Presiden RI Jokowi.

Hal menarik saat sambutan adalah tahun depan 2016, Indonesia akan jadi tuan rumah acara tahunan IFSW-AP dan menjadi anggota dari IFSW yang terdiri dari 10 negara.

Dari rundown acara, beberapa pembicara yaitu Mega Irena- ASEAN Secretariat-Socio Cultural Dept, Prof. Bambang Shergi Laksmono-Board of Experts ISWC & Head of Post Graduate Program, Mu'man Nuryana-Head of Education & Research, MOSA, Desi Ratnasari-Anggota DPR Komisi VIII untuk sesi I.

Sementara itu Sesi II akan hadir sebagai pembicara adalah DR. Bagian Aleyssa A. Abdulkarim-Philipina, Teoh Al-Hua-Malaysia, DR. Sahawiah Abdullah-Indonesia, lalu lanjut sesi III akan tampil Prof, Anyamaness B, DR. Soni Akhmad Nulhakim dan Prof John Ang dari Singapura.

Dari prosesi pembukaan sebelumnya Toto  Utomo Budi Santosa juga adalah Sekjen Kemsos yang mewakili Mensos Khofifah dalam sambutannya menggarisbawahi bahwa pekerja sosial Indonesia juga diakui oleh dunia sebagai profesi untuk meningkatkan kesejahteraan sosial dunia sehingga seminar ini sangat tepat sambut masyarakat ekonomi ASEAN 2015, apalagi kelompok termaginalisasi dan kaum miskin perkotaan dan desa masih banyak.

"Untuk itu Kemsos sudah melakukan akreditasi dan sertifikasi para pekerja sosial dengan supervisi lembaga independen dan kemsos agar profesional di bidangnya masing-masing," papar Toto Utomo Budi Santosa.

Mensos RI Khofifah sudah menyampaikan bahwa RUU Pekerja Sosial sudah masuk Proglenas untuk tahun 2016.

Redaksi juga sempat berdiskusi dengan para mahasiswi Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial dari Bandung tentang Relawan dan Pekerja Sosial. Paling tidak merekalah dari sisi edukasi dan ditambah dengan pengalaman bermasyarakat akan menjadi pekerja sosial yang terakreditasi dari dunia pendidikan.


Congratz..............!