Indonesia Creative Power 2013; Kreatif Berdaya Saing

Indonesia Creative Power 2013; Kreatif Berdaya Saing

Jakarta, Kabarindo- Kali ini kemenparekraf RI menfasilitasi Indonesia Creative Power (ICP) 2013.

Dari preskon yang dimoderatori oleh Dennis Adhiswara - wiramuda bidang multimedia video dan film yang juga owner Layaria TV bersama dengan Gianti Giadi (Seni Pertunjukan Founder Gigi Art of Dance),  Kevin Mintaraga (CEO Magnivate) dan RinRin Marinka (Wiramuda Kuliner).

Indonesia Creative Power 2013 siap dilangsungkan tanggal 27 November-1 Desember 2013 mendatang di Epiwalk, Jakarta. Mengusung tema “Yang Kreatif, Yang Berdaya Saing”.

Rencana akan dibuka dan dihadiri oleh Menparekraf RI, Mari Elka Pangestu yang percaya acara ini akan menjadi ajang kreatif terbesar tahun ini dengan hadirnya para pelaku kreatif yang akan berbicara dan berbagi wawasan serta pengetahuan untuk memberikan inspirasi ide kreatif bagi masyarakat luas.

ICP 2013, merupakan bentuk nyata dari dukungan pemerintah terhadap ekonomi kreatif, dimana melalui event ini, masyarakat diberikan ruang untuk mengekspresikan karya kreatifnya. “Ekonomi kreatif sangat penting bagi Indonesia dan dunia karena perkembangannya yang pesat. Menurut penelitian terbaru UNESCO dan UNDP, bukan hanya dampak yang besar terhadap pendapatan, penciptaan lapangan kerja, dan nilai ekspor, ekonomi kreatif juga berkontribusi penting terhadap kesejahteraan dan pembangunan berkelanjutan. Melalui ICP 2013 kami ingin masyarakat dapat melihat dan merasakan langsung kemajuan konkret dari ekonomi kreatif Indonesia” kata jelas Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu.

Pertumbuhan yang cukup signifikan dari sektor industri kreatif, tentunya menjadi pendorong yang menggembirakan bagi pemerintah untuk terus memberikan dukungan. Angka sementara pencapaian ekonomi kreatif 2013 (data BPS, statistik ekonomi kreatif 2013) menyatakan sektor ini pertumbuhannya mencapai 5,76%, diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,74%. Kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB Indonesia mencapai Rp 642 triliun, atau 7% dari angka nasional. Sub-sektor ekonomi kreatif yang memberikan sumbangan yang terbesar adalah kuliner dan fashion dengan nilai masing-masing Rp209 triliun (32,5%) dan Rp182 triliun (28,3%). “Pertumbuhan ekonomi kreatif saat ini berada diatas pertumbuhan rata-rata nasional. Kenaikan juga diperlihatkan dari nilai PDB Ekonomi Kreatif sebesar Rp 642Triliun atau naik 7% dibanding tahun sebelumnya,”  tambah Mari.

Mari Pangestu menegaskan bahwa ICP 2013 bukan ajang pamer atau bazaar melainkan sebuah acara yang dikemas untuk mempertemukan orang dan komunitas kreatif untuk menciptakan kolaborasi dan jejaring.  Acara yang menggandeng 17 Kementerian dan Lembaga ini dikemas dalam berbagai kegiatan, yaitu pameran, konvensi, seni pertunjukan, anjungan dan aneka lomba diharapkan akan dapat membuka wawasan dan menambah pengetahuan mengenai ekonomi kreatif yang nantinya akan memperkuat gerakan masyarakat untuk terus mengembangan ekonomi kreatif di Indonesia.

Seluruh area kegiatan akan diciptakan dengan kesan Kota kreatif, dimana upaya pengembangan kota kreatif merupakan  menjadi salah satu fokcus pengembangan ekonomi kreatif Indonesia yang didorong oleh dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun ini, dengan memilih Yogyakarta, Solo, Bandung dan Pekalongan sebagai kota kreatif yang akan diajukan ke UNESCO.