Ikatan Psikologi Klinis (IPK) Jakarta; Gelar CLINICAL INTERVENTION WORKSHOPXVI

Ikatan Psikologi Klinis (IPK) Jakarta; Gelar CLINICAL INTERVENTION WORKSHOPXVI

Jakarta, Kabarindo- Tak lama setelah Bincang Untuk Anak dari Koalisi Anak Madani Se-Nusantara-KAMISAN.

Dari kasak kusuk penanganan kasus kekerasan seksual seiring dengan kasus kekerasan seksual semakin bermunculan kepermukaan, korban yang pada awalnya bungkam dan diam, kini berani bicara dan tunjukkan diri.
Nah, di saat yang sama dukungan para professional seperti Psikolog, Psikiater, Psikoterapis sangat diperlukan.

Banyak pihak yang memerlukan jasa Psikolog. Kepolisian memerlukan untuk melakukan diagnose psikologis pelaku, juga pendampingan korban atau saksi korban sehingga dapat dengan mudah dan nyaman memberikan keterangan.

Psikolog juga diperlukan dalam proses membantu Korban atau Saksi Korban dan Keluarga Korban untuk dapat segera kembali kekeadaan normal, dan mampu mengatasi stress kejadian krisis ini segera.

Untuk tujuan itu, diperlukan banyaknya Psikolog yang siaga mampu menangani kasus khas ini yang sensitif, perlu kehati-hatian dan memerlukan penanganan yang komprehensif.

Dalam rangka memberikan bekal yang diperoleh dari penanganan kasus nyata, IPK Jakarta mulai pagi ini dan besok selama dua hari menggelar kegiatan Intervensi Klinis berjudul "Penanganan Kasus Kekerasan Seksual"
dengan banyak fasilitator kondang seperti, Prof. Dr. Sarlito Wirawan Sarwono, Psikolog Dekan Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia – YAI, Dra. A. Kasandravati Putranto, Psikolog-Ketua IPK Jakarta, Penggagas Rumah Matahari, menangani kasus kekerasan seksual di puskesmas Cilandak dan Kasandra Associates bersama dengan  Drs. Asep Haerul Gani, Psikolog
Koordinator Relawan Trauma Healing untuk Korban & CISM untuk orangtua korban kasus AS Sukabumi dan S. Evangeline , Psikolog Yayasan Kita&Buah Hati Koordinator Psikolog/Konselor untuk Trauma Healing untuk Korban kasus AS Sukabumi serta Dra. Nella Safitri Chalid, Psikolog Coach & Hypnotherapist di Next Stage Consulting Menangani korban kasus di JIS
 
"Kami batasi hanya 50an peserta saja tapi membludak sampai 69 orang walau panitia sudah menyiapkan batch kedua agar peserta nyaman dan bisa mengikuti pelatihan dengan baik," papar Kasandra sebagai penyelenggara.

Dari rundown yang diterima redaksi ada beberapa materi menarik yang akan dipapar seperti teknik trauma healing, hypnotherapy, healing the child within, traumatic incident reduction, art theraphy, rehabilitasi sosial dan edukasi para pemangku kepentingan.


Menarik, bukan.........!