ITPC Sydney; Punya Koalisi Promosi Nasional

ITPC Sydney; Punya Koalisi Promosi Nasional

Jakarta, Kabarindo- Target ekspor 300% yang dicanangkan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mendorong pejabat perdagangan di luar negeri bekerja lebih cerdas dan lebih keras.

Pejabat perdagangan Indonesia di Australia bertekad melipattigakan target ekspor kopi ke Australia dengan membentuk Koalisi Promosi Nasional (KPN).

"Salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kinerja ekspor adalah membentuk KPN untuk meningkatkan ekspor kopi ke Australia," tegas Atase Perdagangan di KBRI Canberra, Nurimansyah.

Dalam koalisi ini terlibat sinergi intensif dari KBRI Canberra, Indonesian Trade Pormotion Center (ITPC) Sydney, KJRI Melbourne, dan Kementerian Perindustrian. Mereka bersam-sama dalam satu Paviliun Indonesia mengikuti pameran kopi terbesar di Australia, Melbourne International Coffee
Exhibition (MICE), pada 13-15 Maret 2015.

Menurut Nurimansyah, peluang ekspor kopi Indonesia ke Australia masih terbuka luas. Pada 2014 ekspor kopi ke Australia sudah mencapai USD 24 juta, meningkat sebesar 14,68% dibandingkan dengan tahun lalu sebesar USD 20,9 juta.

Dilihat dari total impor kopi Australia yang mencapai USD 479,5 juta, ekspor kopi Indonesia baru merebut pangsa sebesar 5,01%.

"Dengan KPN ini, kami berharap dapat melipattigakannya," tuturnya.

Selama ini, ekspor kopi Indonesia ke Australia didominasi oleh biji kopi yang belum dipanggang dengan pangsa sebesar 99,94% dari total ekspor kopi Indonesia ke Australia. Negara pesaing Indonesia di pasar Australia untuk produk kopi berdasarkan peringkat adalah Swiss, Italia, Brasil, Jerman, Kolombia, Papua Nugini, Vietnam lalu Indonesia pada peringkat ke-8. Meskipun impor kopi Australia dari Indonesia persis di bawah Vietnam, dalam lima tahun terakhir, Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 14,68% dan Vietnam mengalami penurunan sebesar 2,41%.

Menurut Nurimansyah, kafe-kafe di Australia berbeda dengan Amerika. Di Amerika, café-chain sangat mendominasi pasar, sedangkan di Australia banyak kafe-kafe kecil independen yang tumbuh subur. Orang Australia sangat menyukai kafe-kafe independen. Untuk bisa terus
meningkatkan ekspor kopi Indonesia di pasar Australia, Indonesia harus terus secara konsisten mengikuti pameran seperti ini.

"Pameran ini sangat efisien karena banyak pengusaha kafe independen dari sejumlah negara bagian yang datang berkunjung," jelasnya.

Nurimansyah meyakini terbentuknya KPN dapat memberikan kontribusi yang cukup signifikan dalam ikut serta menjawab target ekspor nasional hingga 300%. Apalagi, katanya, tren impor kopi Australia selama lima tahun terus meningkat dengan pertumbuhan sebesar 10,27%. "Ini peluang
bisnis bagi eskportir kopi nasional agar terus mempromosikan kopi terbaik Indonesia di pasar Australia," tandasnya seperti rilis yang diterima redaksi.