GGGI; Bertemu Wapres Boediono

GGGI; Bertemu Wapres Boediono

Surabaya, Kabarindo- Sejumlah pejabat tinggi asing telah bertemu dengan Wakil Presiden RI Boediono baru-baru ini.
 
Mereka adalah Lars Løkke Rasmussen Chairman Council Global Green Growth Institute (GGGI), GGGI Council Member Indonesia, Lukita Dinarsyah Tuwo Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Wakil Kepala Bappenas, Howard Bamsey Direktur Jenderal GGGI, Anna van Paddenburg GGGI Perwakilan Negara Indonesia dan Martin Bille Hermann Duta Besar Denmark di Indonesia.
 
Wapres didampingi oleh Kuntoro Mangkusubroto, Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), dan Wardana, Wakil Menteri Luar Negeri.
 
Dalam rilis yang diterima dari Global Green Growth pada Selasa (17/9), dikatakan pertemuan tersebut untuk mendiskusikan kebijakan pembangunan berkelanjutan di Indonesia dengan memperhatikan lingkungan dan masyarakat. Juga menggarisbawahi dukungan terhadap tujuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk mencapai pertumbuhan ekonomi hijau atau green growth di Indonesia dalam konteks pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan.
 
Negara anggota GGGI yang sedang berkembang maupun negara anggota yang telah maju, bersama - sama mendorong South - South Cooperation atau kerja sama antar negara berkembang agar tercapai green growth sebagai jalan menuju ke kesejahteraan jangka panjang.
 
Chairman Rasmussen, perwakilan negara-negara anggota, Direktur Jenderal Bamsey dan anggota GGGI lainnya berada di Indonesia untuk membuat perencanaan dan strategi jangka panjang organisasi tahun 2015 ke atas. Selama kunjungan tersebut, perwakilan negara anggota GGGI juga melakukan kunjungan lapangan serta bertemu dengan pemerintah dan para pengusaha.
 
Dikatakan, Indonesia telah memainkan peranan kunci dalam pengembangan GGGI yaitu sebagai pendiri dan anggota organisasi, juga sebagai mitra nasional dan regional dalam mengembangkan proyek - proyek yang mendukung pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan.
 
Para anggota negara dari Council GGGI memberikan ucapan selamat kepada Presiden Yudhoyono atas keberhasilannya dalam mendorong green growth termasuk menempatkan program pembangunan ramah lingkungan secara mendasar pada agendanya, mempromosikan hukum dan regulasi yang didesain bagi pembangunan industri yang ramah lingkungan dan mendirikan REDD+ Agency pada awal bulan ini, sebagai bagian komitmen Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 41% hingga 2020 nanti.
 
Banyak negara berkembang sekarang memilih model baru untuk melajukan pertumbuhan ekonomi. Model ini mengikutsertakan aspirasi masyaraka demi kehidupan yang lebih baik bagi mereka, keluarga dan komunitas. Sebelumnya, pembangunan dilaksanakan tanpa peduli dengan keberlanjutan jangka panjang sumber daya alam. Kini Indonesia telah menjadi inspirasi dalam menunjukkan perkembangannya bahwa pembangunan model baru itu sangat dimungkinkan.
 
Program Green Growth yang didukung GGGI di Indonesia didiskusikan secara panjang. Pemerintah Indonesia dan GGGI Green Growth Program secara resmi diluncurkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Armida Alisjahbana, dan Howard Bamsey Direktur Jenderal GGGI pada 18 Juni lalu, setelah selama beberapa tahun GGGI bekerja di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.
 
Program Green Growth mendorong penerapan green teknologi dan menggerakkan investasi modal ke arah green growth. Program ini juga mendukung tujuan REDD+ (penurunan emisi rumah kaca terkait pengelolaan hutan), maupun kegiatan terkait pertumbuhan ekonomi hijau di Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.
 
"Sejak peluncuran resmi Program Green Growth oleh pemerintah Indonesia, keterlibatan kami dengan lembaga - lembaga dan mitra Indonesia terus melaju. Hubungan lebih kuat dan kita mulai melihat hasil yang nyata. Hal ini sebagian besar karena keterlibatan antusias pemerintah Indonesia dan komitmen Presiden Yudhoyono untuk pertumbuhan ekonomi hijau," kata Bamsey.
 
Perwakilan GGGI untuk Indonesia, Anna van Paddenburg, mengatakan cara kerja GGGI unik. “Kami tidak membuka kantor, tetapi kami berkerja di kementerian tempat kami melakukan kerja sama program green growth,” katanya.
 
Rasmussen menambahkan, pihaknya senang dapat memulai diskusi program dan strategi GGGI jangka panjang untuk tahun 2015 ke atas pada pertemuan GGGI Council di Indonesia. Ia kagum melihat pekerjaan GGGI di Indonesia.

“Kami menerima masukan yang berharga bagi aktivitas GGGI. Kami menunggu kelanjutan hubungan GGGI dengan Indonesia yang merupakan negara anggota penting di organisasi ini," katanya.