Film NOAH Kontroversi; Subjektivitas Sineas Dari Terjemahan Bebas

Film NOAH Kontroversi; Subjektivitas Sineas Dari Terjemahan Bebas

MCL JP Cinema, Causewaybay, Hong Kong, Kabarindo- Saat tersiar kabar pihak LSF setelah menyaksikan film yang dibintangi oleh Russel Crowe dan disutradarai oleh Darren Aronofsky MENOLAK film tersebut diputar di bioskop tanah air.

Tentu saja, redaksi yang hari ini berada di Hong Kong taddi siang telah tuntas menonton sampai tuntas dengan subtitle mandarin berdurasi lebih dari 2 jam.

Pantas saja dari komentar Jerry A. Johnson, presiden dari kelompok konservatif National Religious Broadcasters ( NRB ) mengatakan bulan lalu bahwa ia ingin "memastikan semua orang yang melihat film ini tahu bahwa cerita yang diangkat sutradara Darren Aronofsky adalah interpretasi imajinatif dari injil, dan bukan penggambaran utuh dari kitab suci" Paramount merespons dengan menyetujui untuk mengeluarkan disclaimer pada iklan untuk film ini.

'Noah' juga dibintangi oleh Jennifer Connelly yang memerankan istri Nabi Nuh, Naameh. Connelly sebelumnya pernah akting bersama Russell Crowe dalam film 'Beautiful Minds', dan membuatnya meraih Oscar untuk kategori Best Supporting Actress.

Emma Watson berperan sebagai anak Nabi Nuh, dan Anthony Hopkins sebagai kakeknya. Redaksi menilai ada beberapa hal yang krusial yaitu:
- Interpretasi bebas dan tidak mengindahkan kepatutan dan kesopanan bahwa Nabi Nuh adalah sosok yang sakral dan dihormati sehingga adegan kekerasan berdarah-darah sampai anak angkat (Emma Watson) harus hamil dan melahirkan di atas kapal Bahtera Nabi Nuh dengan kakaknya sendiri.
- Penyimpangan tekstual bahwa Nabi untuk beberapa agama apalagi Islam punya banyak perbedaan jadi saat isteri Nuh yang jadi ikut dan tidak ada pembangkangan sampai bahtera Nuh berlabuh sangatlah berbeda sehingga menimbulkan mispersepsi dari sejarah yang sudah ada di alkitab dan Al-Quran.
- Peran Nabi Nuh oleh Russell Crowe dengan memanusiakan justeru banyak kelirunya sebab banyak adegan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang Nabi oleh sineas Darren di film ini.
- Tidak hanya hubungan sedarah tapi pembangkangan terhadap orang tua menjadi pemicu film ini tidak pantas ditonton oleh mayoritas muslim.

Terang saja ada komentar, "Sudah pasti ditolak, sudah sepakat bulat. Anggota LSF sepakat menolak," kata anggota LSF, Zainut Tauhid Sa’adi seperti dilansir dari lama detikcom, beberapa waktu lalu.

Menurut Zainut, siapa pun yang memaksa memutar film ini akan dikenakan sanksi sesuai UU. "Jadi segala bentuk tayang harus ada izin tayang. Bila melanggar akan dikenakan pelanggaran UU,' jelas dia.

Zainut menjelaskan, pelarangan film ini juga bukan karena mengikuti jejak negara Arab yang melakukan pelarangan lebih dahulu. Tetapi semata karena keputusan yang diambil LSF setelah melihat film ini.

"Kita punya otoritas sendiri. Kita sesuaikan dengan nilai yang berkembang dan melekat di masyarakat yang sangat menjunjung tinggi agama dan nilai persatuan. Kita tidak mengikuti dan mengekor negara lain," urainya.

Sebelumnya, juru bicara Paramount Pictures mengatakan, "Lembaga sensor di Qatar, Bahrain dan Uni Emirat Arab telah mengkonfirmasi bahwa film ini tidak akan dirilis."