Filipina Buka Kran Ekspor Produk Newsprint Indonesia; Awesome.....

Filipina Buka Kran Ekspor Produk Newsprint Indonesia; Awesome.....

Jakarta, Kabarindo- Pemerintah Filipina secara resmi telah mengeluarkan notifikasi Definitive General Safeguard Measure on the Importations of Newsprint from Various Countries yang membuka kran ekspor produk newsprint Indonesia.

Pemerintah Filipina memberikan pengecualian bagi Indonesia dan negara-negara lain yang memenuhi aturan de minimis atau share impor kurang dari 3% berdasarkan aturan WTO, Agreement on Safeguard.

Notifikasi dikeluarkan pada 5 Mei 2015. Intinya berupa pengenaan safeguard duty sebesar PHP 980.00/MT untuk tahun pertama, PHP 800.00/MT untuk tahun kedua, dan PHP 640.00/MT untuk tahun ketiga.

“Pengecualian bea masuk safeguard oleh Filipina terhadap produk newsprint asal Indonesia ini adalah kesempatan yang baik bagi para eksportir dan produsen produk kertas, khususnya newsprint. Mereka dapat memanfaatkan pangsa pasar ekspor di Filipina yang kembali terbuka dan meningkatkan kinerja ekspor Indonesia dalam rangka mendukung pencapaian target peningkatan ekspor 300%,” ungkap Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Partogi Pangaribuan hari ini, Jumat (22/5).

Penyelidikan safeguard untuk produk kertas newsprint dimulai sejak 20 September 2013. Berdasarkan argumentasi yang disampaikan oleh Kementerian Perdagangan kepada Tariff Commission Filipina, maka Department of Trade and Industry Filipina memutuskan bahwa Indonesia merupakan negara berkembang yang memiliki market share impor di bawah 3% dari total impor Filipina untuk produk newsprint. Dengan demikian, Indonesia telah memenuhi persyaratan untuk dikecualikan dari pengenaan safeguard measure.

Sebelum dimulainya proses investigasi pada 2012, total volume ekspor Indonesia berdasarkan International Trade Centre (ITC) sebesar 2.302 ton. Sementara itu, total impor Filipina pada periode yang sama sebesar 48.912 ton. Selama proses investigasi safeguard berlangsung pada 2013, ekspor produk newsprint Indonesia ke Filipina tercatat mengalami penurunan menjadi sebesar 134 ton pada 2014. Adapun market share produk newsprint Indonesia mengalami penurunan dari 4,71% pada 2012 menjadi 0,23% pada 2014.