FILM WR. Soepratman itu WAGE; WAJIB Tonton !

FILM WR. Soepratman itu WAGE; WAJIB Tonton !

XXI Djakarta Theater, Sarinah, Jakarta, Kabarindo- Apa yang menarik saat Hari Sumpah Pemuda tahun ini.

Yah, lama tak bersua apalagi jarang terdengar karyanya 5 tahun terakhir, John De Rantau is back. Ia di gandeng Opshid Media yang berasal dari pesantren yang berada di daerah Jombang mendapuknya menjadi sutradara film berjudul WAGE, sudah sejak tahun lalu diproduksi dan siap untuk tayang, siapa WAGE ?

Sosok anak muda yg lahir 09 Maret 1903 dari desa Somongari Purwarejo Jateng wafat 17 Agustus 1938, artinya angka 7 begitu keramat, begitupula ia meninggalkan 7 wasiat untuk Indonesia ia perjuangkan MERDEKA pas tgl Wage Muda wafat  17 Agustus 1945 setelah Duo Proklamator Membacakan Teks Kemerdekaan barulah Indonesia Raya 1Stanzah diperdengarkan utuh dgn liriknya yg diciptakan WR. Soepratman.

"Memang angka 7 ini keramat, setidaknya Indonesia dibangun oleh anak muda 20an tahun,  semua ada di film, di film ini tidak hanya WR. Soepratman tapi juga ada Sairun yang mengagas lahirnya kantor berita Antara, Moh. Yamin dan masih banyak lagi, sebuah NOIR dari sudut pandang idealis tapi tetap saja ingin populis untuk generasi kekinian, semoga bisa diterima," papar John De Rantau.

Sementara itu sesaat setelah mediascreening bersama media ibukota dan blogers, redaksi juga melihat banyak pelajar dari SD, SMP dan SMA bersama dengan para guru sejarah dan Kepsek.

Di gelar diskusi panel atau talkshow kebangsaan yang menghadirkan banyak pihak. Asvi Warman Adam sebagai peneliti dan sejarahwan dari LIPI mengakui kecerdasan sosok John De Rantau memang dalam keseharian nyentrik juga terlihat dalam karyanya yang ia sebut NoiR, "Film ini memang gelap tapi tentu saja apa adanya dan memang itulah cerita sesungguhnya bahwa sosok muda WR. Soepratman itu juga manusia biasa sebagai jurnalis yang punya rasa takut tapi berhasil meredamnya dengan tekadnya yang membara yang ini harus ditiru oleh generasi bangsa bahwa Indonesia suatu saat nanti merdeka," paparnya lugas ditemani kritikus film dan wartawan senior Salim Said.

Salim Said hanya berseloroh tentang film ini cukup panjang sampai 120 menit tapi itu tidak membuatnya keluar karena makin penasaran untuk tahu adegan selanjutnya apa, artistik, sudut pengambilan gambar dan musiknya sangat menawan sehingga membuat betah untuk menikmatinya. Hal ini diaminkan oleh Wina Armada yang merekomendasikan agar para guru sejarah dan semua anak bangsa harus menontonnya sehingga memetik tauladan baru.

Tampak hadirnya juga akademisi lulusan terbaik dari Leiden University, DR. Bondan Kanumoyoso, dosen dan peneliti di departemen sejarah FIB Universitas Indonesia bersama dengan guru senior, Ratna Hapsari SMA Neg 06 Jakarta berujar bahwa film ini menjadi rekomendasi populis untuk generasi millenial atau the kidz jaman now yang artinya memang menarik untuk ditonton karena beragam konflik serta mengharu biru yang pastinya akan meningkatkan rasa kebangsaan serta yang paling penting mengisi kealpaan tentang sosok muda WR. Soepratman yang selama ini sedikit sekali.

Terakhir, promosi film WAGE ini berlanjut dengan Sosialisasi Menyanyikan Lagu Indonesia Raya 3Stanzah yang dimulai dari SD. Kenari 07 dan 08 bersama dengan SMP 216 dan SMA 68 yang memang berada di satu kawasan bersama dengan Kak Seto, LPAI, KPAI dan para artis Film Wage seperti Putri Ayudya, Ricky Malao dan Sineas John De Rantau berlanjut ke SMA 70 Bulungan, SMA Neg 03 Setiabudi dan awal pekan ini SMA 35 dan SMA Neg 07 bersama dengan pemeran WAGE yakni Rendra ikut memberikan semangat dan menjawab pertanyaan para anak didik tentang sosok pencipta Lagu Indonesia Raya ini.

"Saya beruntung dan berbangga bisa memerankan sosok yang begitu kharismatik dan berani di eranya, saat harus bertanya kepada orang yang hidup di kala tersebut disebut bahwa tinggi sama dengan saya, suaranya halus tidak tebal dan tipis. Film ini wajib ditonton untuk generasi muda dari SD, SMP dan SMA/SMK tidak hanya nyanyi tapi harus paham sampai 3stanzah makna yang terkandung didalamnya," ucap Rendra Bagus Pamungkas saat menjadi pembicara di SMA Neg 7 dan SMA 35 Benhil Jakarta Pusat.

Rencananya sampai jelang penayangan Film WAGE akan sambangi sekolah-sekolah kota besar seperti di Makassar, Medan, Surabaya, Jogja dan Bandung.


Dont Miss It, Bangunlah Jiwanya Bangunlah Badannya.....!