Ekspor RI Ke Serbia; Naik 153,69%

Ekspor RI Ke Serbia; Naik 153,69%

Jakarta, Kabarindo- Kabar baik akhir pekan ini.

Ekspor Indonesia ke Serbia mengalami kenaikan yang sangat signifikan sebesar 153,69% atau USD 5,37 juta untuk periode Januari-Agustus 2015.

Tahun lalu, ekspor hanya sebesar USD 2,12 juta.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total perdagangan Indonesia dan Serbia periode Januari-Agustus 2015 mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yaitu sebesar 43,24% atau USD 12,16 juta dibandingkan periode yang sama pada 2014 yang hanya berjumlah USD 8,49 juta.

Namun, dilihat neraca perdagangan kedua negara, Indonesia masih defisit sebanyak USD 1,4 juta untuk periode yang sama. Untuk itu, Pemerintah Indonesia memperkuat upaya diplomasi ekonomi. Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Budapest sebagai ujung tombak promosi dan peningkatan ekspor Indonesia ke kawasan Eropa Tengah dan Timur mendukung penuh misi diplomasi ekonomi Indonesia ke Serbia.

"ITPC Budapest merupakan jembatan penting bagi kerja sama dagang antara perusahaan Indonesia dan perusahaan di kawasan Eropa Tengah dan Timur,” ungkap Kepala ITPC Budapest Hikmat Rijadi.

Diplomasi ekonomi dilakukan Kedutaan Besar RI di Beograd (10/11) silam. Selain melakukan kerja sama perdagangan, misi diplomasi ekonomi ini juga menggelar Bussiness Roundtable Discussion di Gedung Chamber of Commerce and Industry Serbia, Beograd, Serbia. "Pemerintah Serbia berjanji akan memudahkan hubungan dagang dan investasi dengan Indonesia," kata Hikmat.

Business Roundtable Discussion merupakan kegiatan misi diplomasi ekonomi Indonesia di Serbia hasil kerja sama KBRI Beograd, KADIN Serbia, dan ITPC Budapest. Kegiatan ini dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri RI A.M. Fachir yang didampingi Duta Besar RI untuk Serbia Harry Kandou. Kunjungan ini juga menyelenggarakan Dialog Lintas Agama RI-Serbia yang ketiga.

Selain menjadi narasumber dalam Business Roundtable Discussion tersebut, ITPC Budapest juga memamerkan berbagai produk unggulan Indonesia antara lain, produk teh, kopi, dan kakao, produk ban, handicraft, spa and wellness products, pharmaceutical products, coconut water, lem, wooden plastic, sarung tangan, dan pupuk.

Tidak kurang dari 15 perusahaan hadir dan berpartisipasi secara aktif dalam diskusi tersebut. Perusahaan-perusahaan berasal dari berbagai sektor, antara lain pertanian dan pangan, produk manufaktur, serta freight forwarding.

Perusahaan yang telah berbisnis dengan Indonesia umumnya merasa puas dan berencana mengimpor lebih banyak ragam produk Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Perusahaan yang menyatakan minat berbisnis ditindaklanjuti dengan pembicaraan bersama KBRI Beograd dan ITPC Budapest.

Beberapa produk Indonesia berhasil melakukan penetrasi ke pasar Serbia, antara lain perangkat telepon, alas kaki, produk tekstil, dan produk karet. “Ke depannya, kami berharap produk Indonesia makin diminati di Serbia dan neraca perdagangan menghasilkan nilai yang positif bagi kedua negara,” ujar Hikmat.

ASEAN Business Circle di Wina

Setelah Beograd, ITPC Budapest juga kembali mendukung misi diplomasi ekonomi Indonesia di Wina bekerjasama dengan KBRI Wina. Selain menghadiri ASEAN Business Circle yang diselenggarakan oleh Wirtschaftskammer Österreich (WKO) atau Kamar Dagang dan Industri Austria, yang bertempat di gedung WKO Austria, Rabu lalu (11/11).

“Dengan mulai berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN pada akhir tahun, forum ini menunjukkan bahwa minat pengusaha Austria untuk berinvestasi dan berbisnis dengan negara-negara ASEAN, khususnya Indonesia, semakin tinggi,” ujar Hikmat.

Hikmat menambahkan, ITPC Budapest memberikan business counselling kepada para pengusaha Austria yang berminat melakukan kerja sama dengan perusahaan Indonesia. Selain itu, ITPC Budapest juga memamerkan berbagai produk ekspor unggulan Indonesia, antara lain produk teh dan kopi, handicraft, spa and wellness products, pharmaceutical products, wooden plastic, dan sarung tangan.

Berdasarkan data BPS, total perdagangan Indonesia-Austria pada 2014 sebesar USD 383,24 juta di mana ekspor Indonesia hanya sekitar USD 40,28 juta. Adapun produk-produk Indonesia yang diekspor ke Austria antara lain alas kaki, electronic spare parts, sepeda, furnitur, dan produk tekstil.