Dinas Sosial; Bina 3.025 Anak Jalanan Jakarta

Dinas Sosial; Bina 3.025 Anak Jalanan Jakarta

Jakarta, Kabarindo- Untuk mengurangi keberadaan anak-anak jalanan di ibu kota, Dinas Sosial DKI Jakarta terus menerus melakukan pembinaan kepada anak jalanan (anjal).

Saat ini, Dinas Sosial berupaya membina sebanyak 3.025 anjal atau 45,6 persen dari total 6.631 anjal di Jakarta. Jumlah anjal yang tertangani meningkat tajam dibandingkan dua tahun yang lalu.

Melalui Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA), jumlah anjal yang telah tertangani Dinas Sosial DKI terus mengalami peningkatan. Buktinya pada tahun 2011, jumlah anjal yang telah tertangani melalui program PKSA ada sebanyak 364 anjal dari total anjal sebanyak 7.315 anak.

Lalu pada tahun 2012, jumlah anjal yang tertangani dalam pembinaan dan program PKSA mencapai 927 anjal dari total anjal mencapai 7.315.

Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Kian Kelana, mengatakan peningkatan jumlah anjal yang telah tertangani dan terbina terjadi karena adanya pembinaan yang terus menerus dilakukan oleh Dinas Sosial melalui rumah singgah milik DKI yang ada di lima wilayah DKI Jakarta.

“DKI Jakarta sudah mempunyai rumah singgah untuk anjal. Rumah singgah tersebut berfungsi memberikan bekal keterampilan kepada anak jalanan. Sehingga nantinya anak jalanan bisa hidup mandiri tanpa bergantung dengan orang lain,” kata Kian, Selasa (22/10).

Rumah singgah yang dimiliki Pemprov DKI Jakarta ada sebanyak 26 rumah. Dengan rincian, lima rumah singgah di Jakarta Pusat, lima rumah singgah di Jakarta Utara, empat rumah singgah di Jakarta Barat, empat rumah singgah di Jakarta Selatan dan delapan rumah singgah di Jakarta Timur.

“Agar bantuan yang diberikan tepat sasaran. Kami melibatkan rumah singgah satuan bakti pekerja sosial (sakti peksos) untuk memberikan pendampingan dan pembinaan kepada anjal dan keluarganya,” ujar Kian seperti dilansir dari laman mediaonline.

Kian mengungkapkan jumlah sakti peksos tahun ini mencapai 66 orang, terdiri dari 20 petugas laki-laki dan 37 petugas perempuan.

Kendati demikian, Kian menegaskan pihaknya akan berupaya lebih keras lagi, agar 54,4 persen anjal yang belum terjangkau pembinaan dapat segera tertangani. Karena itu diharapkan 45,6 persen anjal yang sudah tertangani segera hidup mandiri, sehingga dana bantuan PKSA bisa diberikan kepada anjal yang belum tertangani program tersebut.