Biskuit Roma; Sambangi Ibu-Ibu Kota Pahlawan

Biskuit Roma; Sambangi Ibu-Ibu Kota Pahlawan

Surabaya, Kabarindo- Kudapan atau makanan ringan dibutuhkan dan disukai semua orang mulai anak – anak hingga orang tua.
 
Namun perlu diperhatikan untuk mengkonsumsi makanan ringan yang sehat dan bernutrisi untuk diri sendiri, apalagi untuk keluarga. Di sini ibu berperan penting dalam memilih dan menyajikannya.
 
Peran penting ibu ini diakui oleh Ricky Afrianto, Direktur Pemasaran Mayora Group, produsen makanan ringan Roma. Ia mengatakan, ibu merupakan penentu konsumsi makanan dan minuman dalam keluarga. Karena itu, pihaknya membidik target para ibu.
 
“Menyediakan makanan ringan merupakan tradisi bagi keluarga di seluruh Indonesia. Roma memahami kebutuhan keluarga akan makanan ringan yang baik, lezat dan bernutrisi,” ujarnya pada Rabu (30/10).
 
Menurut Ricky, hal itu sesuai dengan komitmen Roma untuk memberikan yang terbaik bagi konsumen. Ini sejalan pula dengan logo baru yang diluncurkan Roma dengan tagline ”Serving Goodness and Happiness”.
 
“Roma berupaya memahami kebutuhan dan keinginan konsumen. Kami bahagia jika menyaksikan keluarga di Indonesia bahagia saat menikmati sajian dari Roma,” ujarnya.
 
Memilih dan menyajikan makanan ringan yang sehat dan bernutrisi juga dianggap keharusan bagi presenter Indy Barends. Sebagai seorang ibu, ia harus cerdas dan bijak dalam menyikapi kebutuhan dan keinginan anaknya untuk menikmati makanan ringan.
 
“Sebagai seorang ibu, saya tidak ingin sembarangan dalam memberikan produk makanan ringan kepada keluarga. Selain rasanya enak, saya pasti melihat kandungan nutrisinya. Memilih makanan ringan bukan hanya untuk membuat mereka senang, tapi juga tetap sehat,” ujar wanita yang menjadi brand ambassador Roma ini.
 
Pentingnya mencermati makanan ringan yang dikonsumsi keluarga juga diungkapkan Sikesi, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Anak dan KB Pemprop Jawa timur. Ia mengatakan, untuk mendapatkan keluarga yang sehat antara lain harus dimulai dengan makanan bergizi yang memiliki kandungan yang sehat.
 
Ia menghimbau para ibu dan perempuan di Jawa Timur untuk menciptakan dan meningkatkan kesadaran gizi di keluarga agar cermat memilih makanan yang baik termasuk makanan ringan.
 
Sikesi menekankan, produk makanan dan minuman boleh saja menggunakan bahan pewarna dan pengawet, namun harus memenuhi standar kesehatan yang ditetapkan BPOM.
 
Ricky memaparkan, bahan baku dan proses produksi biskuit Roma telah memenuhi standar kesehatan. Roma menggunakan bahan baku yang berkualitas seperti gandum yang memenuhi 5 kriteria kualitas, menggunakan teknologi oven terbaru dengan keahlian master baker yang berpengalaman lebih dari 20 tahun serta penerapan standar kualitas kontrol yang ketat dan berulang. Misalnya penggunaan teknologi robotik pada teknologi pengemasan untuk menghindari 39.000 jenis bakteri yang terdapat di tangan manusia.
 
Ricky menjelaskan, biskuit Roma merupakan produk nasional, namun memiliki standar kualitas internasional yang diproduksi secara profesional, menggunakan Good Manufacturing Practices (GMP) serta Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP).
 
HACCP merupakan sistem yang dirancang untuk mencegah terjadinya masalah kualitas produk makanan yang disebabkan oleh faktor biologi, kimia maupun fisik (food safety problem). Dengan sistem ini, identifikasi sumber masalah dilakukan sejak datangnya bahan baku, proses produksi hingga produk jadi siap didistribusikan.
 
Selain itu, produk - produk Roma dilengkapi sistem pengendalian mutu produk (Food Safety Management System / FSMS). Biskuit Roma mendapatkan pengakuan standar operasional seperti ISO 22000 pada 2005 dan ISO 9001 pada 2008 serta sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Pada 2004, Grup Mayora mendapat penghargaan “Best Manufacturer of Halal Products” dari MUI.
 
“Jadi tak perlu ragu dan khawatir mengkonsumsi biskuit Roma karena sehat, bernutrisi, higienis dan halal,” ujarnya.