Biskuat Sambangi Kota Pahlawan; Persembahkan 1000 Balon

Biskuat Sambangi Kota Pahlawan; Persembahkan 1000 Balon

Surabaya, Kabarindo- Mondelez Indonesia, melalui produk unggulannya, Biskuat, mempersembahkan sebuah film karya anak Indonesia dan diperuntukkan anak Indonesia berjudul 1000 Balon tentang kisah petualangan sekelompok anak.
 
Film tersebut memperoleh pengakuan Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai film layar lebar Indonesia pertama hasil karya 50 anak pemenang program Biskuat Kreasi Semangat.
 
“Biskuat berkomitmen mendukung anak Indonesia dalam melakukan hal yang mereka suka dengan meluncurkan film 1000 Balon yang dibuat oleh 50 anak Indonesia,” ujar Winson P. Setyadi, Senior Brand Manager Biskuat Kids Wholesome, pada Rabu (8/1/2014) kemarin.
 
Ke-50 anak bertalenta tersebut terpilih diantara lebih dari 6.000 anak Indonesia usia 7-13 tahun yang mengikuti audisi pada Mei 2013 di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Palembang, Medan dan Makassar.
 
Mereka kemudian mengikuti workshop di Camp Semangat selama dua minggu di bawah bimbingan para mentor profesional di dunia perfilman. Proses ini bertujuan menemukan dan mengasah bakat para peserta di 7 bidang pekerjaan produksi film yaitu sebagai sutradara, aktor, juru kamera, penata musik, penata artistik, penulis naskah dan penata busana.
 
Mereka bersatu dalam satu kelompok untuk membuat film 1000 Balon. Masing – masing memilih satu dari 7 bidang yang sesuai dengan semangat dan bakat mereka. Film ini patut dibanggakan dan selayaknya menjadi inspirasi bagi anak - anak lain di seluruh Indonesia.
 
Sebanyak 7 dari ke-50 anak tersebut berasal dari Surabaya, Sidoarjo dan Malang. Ketujuh anak tersebut diantaranya adalah Erlangga, Anggie, Rachma, Nadira dan Amelia. Erlangga dan Anggie merupakan kakak beradik. Mereka senang dan bangga bisa lolos audisi dan terlibat dalam pembuatan 1000 balon.
 
Erlangga menjadi sutradara. Ia mengatakan, ia memperoleh ilmu dan pengalaman berharga dari workshop yang diikutinya. Ia bisa belajar dari para mentor senior bagaimana cara membuat film. Erlangga yang merupakan siswa kelas 2 SMPN 15 Surabaya ini bercita – cita menjadi dokter sekaligus sutradara andal.
 
Sementara Anggie menjadi penata musik. Siswi kelas 3 SD Kali Kedinding ini juga senang bisa mengikuti workshop yang memberinya ilmu dan pengalaman berharga yang tak diperolehnya di sekolah. Ia juga senang bisa berkumpul dengan teman – teman lainnya dari berbagai kota.
 
Rattul Fitryah, penulis naskah yang berdomisili di Bali tetapi berjuang ikut audisi di Surabaya, mengatakan ikut serta dalam workshop tersebut merupakan pengalaman seumur hidup yang tak terlupakan.
“Film 1000 Balon saya tulis berdasarkan inspirasi tentang sekelompok teman yang menghadapi petualangan tak terduga pada saat libur sekolah,” ujarnya.
 
Film 1000 Balon telah diputar perdana di Jakarta, Bandung, Semarang, Medan dan Surabaya dan mendapat respon cukup bagus.