Ashmore Gandeng HSBC Indonesia: Dorong Investasi Reksadana

Ashmore Gandeng HSBC Indonesia: Dorong Investasi Reksadana

Surabaya, Kabarindo- PT Ashmore Asset Management Indonesia (Ashmore) menggandeng HSBC Indonesia untuk memasarkan dua produk reksadana yaitu Ashmore Dana Progresif Nusantara (ADPN) dan Ashmore Dana Ekuitas Nusantara (ADEN) kepada nasabah wealth management HSBC.
 
Direktur Ashmore, Arief Cahyadi Wana, berharap kerja sama tersebut dapat lebih mendorong minat nasabah wealth management HSBC di Indonesia, termasuk di Jatim, untuk berinvestasi. Ia mengatakan, Jatim merupakan pasar yang strategis dengan potensi ekonomi yang sangat besar.
Kerja sama pemasaran reksadana Ashmore dengan HSBC Indonesia di Jatim merupakan salah satu cara perseroan agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas khususnya bagi masyarakat untuk berinvestasi di reksadana.
"Sebagai bank yang didukung jaringan luas dan kuat di bisnis Wealth Management, kerja sama distribusi dengan HSBC penting bagi pengembangan produk- produk reksadana Ashmore di masa depan," ujar Arief pada Selasa (4/11/2014) kemarin.

Ia menjelaskan, ADPN dan ADEN merupakan produk unggulan Ashmore yang membidik pasar berbeda. Masing-masing memiliki karakteristik dan profil resiko yang berbeda. Dengan menawarkan keduanya kepada nasabah HSBC akan memberikan lebih banyak pilihan kepada nasabah sesuai dengan karakter investasinya.
ADPN merupakan reksadana yang berfokus pada saham-saham domestik small-cap yang memiliki kapitalisasi pasar di bawah Rp. 30 triliun, sedangkan ADEN berfokus pada saham-saham big-cap dengan kapitalisasi diatas Rp. 30 triliun.
Head of Wealth Management HSBC Indonesia, Steven Suryana, menambahkan kerja sama tersebut akan memberikan lebih banyak pilihan portofolio investasi nasabah HSBC.
“Kami memahami dan berupaya memenuhi kebutuhan nsabah dalam mengelola dan mengembangkan investasi mereka. Kami menawarkan solusi yang menitikberatkan pada kebutuhan finansial nasabah. Dengan bertambahnya ragam solusi yang kami tawarkan, nasabah akan mendapatkan lebih banyak manfaat,” ujarnya.
Arief optimistis, ADPN maupun ADEN akan diminati masyarakat karena memiliki pertumbuhan di atas rata-rata industri. Ia merujuk pada produk-produk reksadana yang sudah dirilis Ashmore di Indonesia pada 2012, total dana kelolaan Ashmore hingga September 2014 mencapai Rp. 5,5 triliun.
Ia menyebutkan, sejak Januari-20 Oktober 2014, ADPN mencatatkan imbal hasil sebesar 30,2%, sedangkan ADEN mencatat imbal hasil 23,5%. Angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan IHSG sebesar 17,9% pada periode yang sama.