Aksi Simpatik Natal Peduli Anak-Anak; Di Eks Lokalisasi Bangunrejo

Aksi Simpatik Natal Peduli Anak-Anak; Di Eks Lokalisasi Bangunrejo

Surabaya, Kabarindo– Gereja Sidang Pantekosta Di Indonesia (GSPDI) Jemaat Filadelfia, Dupak, bekerjasama dengan “Komunitas Tolong Menolong” (KTM) menggelar aksi simpatik dalam rangka sambut Natal, beberapa hari yang lalu.

Mengambil start di GSPDI “Filadelfia” di Jalan Dupak Bangunrejo Gang 6
Nomer 3, perwakilan jemaatnya membagi-bagikan balon, permen dan
coklat.

Sasarannya adalah anak-anak yang bermukim di eks Lokalisasi Bangunrejo
yang sudah ditutup Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dari praktek
prostitusi, Desember 2012 lalu.

Yang menarik, aksi simpatik berbagi kasih Natal ini juga melibatkan
Santa Claus lengkap dengan kostum merah dan jenggot putihnya. Namun
kali ini Santa tidak menggunakan kereta rusanya, tapi diganti dengan
becak.

Ya, sosok Santa yang baik hati itu mendadak “alih profesi” menjadi
“tukang becak”. Kendaraan tradisional beroda tiga tersebut dijadikan
kendaraannya untuk mengangkut balon, permen dan coklat dengan total
masing-masing 200 buah.

Sambil mengayuh becaknya, dua Santa turut bersama-sama membagi-bagikan balon, permen dan coklat pada anak-anak yang ditemui di sepanjang
perjalanan.

Tak hanya itu, Santa yang biasanya membawa buntelan besar berwarna
merah, namun kali ini diganti dengan menggunakan karung beras untuk
menaruh permen dan coklat yang identik sebagai simbol Natal.

“Terima kasih Om Santa untuk balon, permen dan coklatnya,” kata Amel
(7) dengan wajah berseri-seri usai mendapat giliran menerima “kado
Natal” tersebut.

Sementara Wati (33) yang saat sedang menggendong Annisa (3), putri
pertamanya, juga tak mau kalah antri untuk mendapatkan bingkisan dari
Santa..

“Saya minta permen, coklat dan balon warna kuning untuk anak saya, Om
Santa,” ujarnya sambil mengulurkan tangan kanannya.

“Hoo...Hooo...Hooo...Tenang saja. Masih ada kok stoknya,” kata Santa
yang tetap duduk di atas sadel becaknya.

Menurut Daniel Lukas Rorong, Ketua “Komunitas Tolong-Menolong” (KTM)
yang juga bertugas menjadi salah satu Santa Claus, aksi simpatik ini
memang sengaja dibuat berbeda untuk memperingati Hari Natal.

“Dengan visualisasi Santa Claus menjadi tukang becak dan membawa
buntelan berupa karung beras, kami ingin mengajak pada seluruh umat
Kristiani agar merayakan Natal secara sederhana dan tidak berlebihan.
Karena itulah esensi dan hakekat Natal yang sesungguhnya,” pesan
Daniel yang juga mantan jurnalis ini.

Sementara itu Pendeta Piter Christop Sarumaha, S.Th, Gembala Jemaat
GSPDI “Filadelfia” Dupak menjelaskan bahwa aksi simpatik peringati
Natal seperti ini baru kali pertama dilakukan gerejanya.

“Biasanya kami melakukan bakti sosial seperti pengobatan gratis dan
pembagian sembako untuk masyarakat sekitar gereja,” kata Piter.

Namun untuk Natal kali ini, lanjut Piter, jemaatnya ingin berbagi
kasih Natal bersama anak-anak yang bermukim di kawasan eks Lokalisasi
Bangunrejo.

“Karena, kami peduli dengan nasib dan masa depan mereka. Sekarang ini
saja, kami sudah membuka bimbingan belajar gratis, tanpa dipungut
biaya sepeserpun. Dan ke depan, kami berencana akan membuka
perpustakaan gratis dan sarana bermain gratis buat anak-anak disini,”
ungkap Piter yang baru 4 tahun menjadi gembala jemaat di gereja yang
sudah berdiri sejak 1970 lalu ini.